Malam itu …
Kalian dipeluk duka
Dipeluk luka
Menanti pagi
Pada malam tak bertepi
Asa hilang di lorong materi
Jiwa yang terbuang
Seperti dahaga
Menggelayut di kerongkongan
Di gurun sahara
Hanya fatamorgana
Jakarta, Agustus 2005
Malam itu …
Kalian dipeluk duka
Dipeluk luka
Menanti pagi
Pada malam tak bertepi
Asa hilang di lorong materi
Jiwa yang terbuang
Seperti dahaga
Menggelayut di kerongkongan
Di gurun sahara
Hanya fatamorgana
Jakarta, Agustus 2005
Tulisan ini dikirim pada pada Senin, November 26th, 2007 8:34 am dan di isikan dibawah Puisi, Umum. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
| Soeroso di Komentar Anda | |
| Soeroso di Kata Mutiara | |
| stainless tanks di Banjir dan Citra Ibu Kota… | |
| nay di Mengoptimalkan Otak Manus… | |
| kacierkusuma di Hari Tanpa Tembakau Sedunia, W… | |
| ino aditya k. di Kepemimpinan Soeharto dan Refo… | |
| mahfudin indra wijay… di Orde Reformasi dan Orde/Era Pe… | |
| mahfudin indra wijay… di Orde Reformasi dan Orde/Era Pe… | |
| atha lakuary di Malaysia Bersemangat Pelajari … | |
| ade tiwi di Pembelajaran dari Film Fi… |
Tema Contempt oleh Vault9.
Blog pada WordPress.com.
November 24, 2007 pukul 8:40 am |
saya suka puisinya … maaf saya baru bergabung di wordpress.com jadi saya undang anda di blog saya … makasih,
November 25, 2007 pukul 8:40 am |
terima kasih anda telah menyuka puisiku ….
aku juga baru di wordpress …
thanks atas undangannya …