Orde Reformasi dan Orde/Era Pencerahan Indonesia

Oleh Andi Gunawan

Orde Reformasi telah berjalan 10 tahun, namun belum juga menunjukan tanda-tanda keberhasilan bagi kemajuan bangsa dan negara bahkan landasan bagi kemajuan pada masa yang akan datang pun masih belum terlihat. Mengapa demikian???

Orde Reformasi tidak lebih baik dari Orde Baru atau Orde Lama, indikator ketidak-berhasilan Orde Reformasi bisa kita amati dari harga kebutuhan pokok mahal, daya beli masyarakt menurun, antri kebutuhan pokok, masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kriminalitas, lemahnya pertahanan dan keamanan yang ditandai dengan tidak memadainya alutista TNI dan sebaginya.

Di bidang politik pun masih terasa berjalan di tempat, wakil rakyat tidak lagi mewakili konstituennya tapi sekedar mewakli partainya, sehingga memunculkan anekdot bagi wakil rakyat ‘dari partai untuk partai’. Anekdot ini jika kita amati menjadi benar adanya.

Kita tentu masih ingat pada saat DPR membahas kriteria calon presiden, dimana anggota dewan yang terhormat tarik menarik soal latar belakang pendidikan calon presiden dan boleh tidaknya tersangka yang belum terbukti bersalah di pengadilan untuk menjadi calon presiden. Usut punya usut ternyata ketua umum PDI-P, Megawati Soekarno Putri adalah bukan seorang sarjana demikian juga dengan ketua umum GOLKAR saat itu yaitu Akbar Tanjung ketika menjelang pilpres masih menjadi tersangka kasus korupsi dana non budgeter BULOG walau akhirnya terbebas dari tuduhan. Dan masih banyak contoh lainnya yang tidak bisa disebutkan disini.

Demi memperhatikan kondisi seperti tersebut di atas, kita harus menerima kenyataan bahwa orde reformasi, yang perjuangannya dimotori oleh mahasiswa, telah gagal membawa rakyat Indonesia kepada kesejahteraannya bahkan sekedar landasan bagi keberhasilan pun belumlah nampak. Meskipun demikian, ada beberapa kemajuan yang tidak bisa kita kesampingkan yaitu pertumbuhan ekonomi cukup tinggi yaitu 6.4%, IHSG telah tembus di atas Rp.2.500, cadangan devisa meningkat dari hanya USD 20 Milyar menjadi USD 56 Milyar, kebebasan pers, penegakan HAM yang lebih baik dan sebagainya.

Kegagalan orde reformasi tidak harus dimaknai dengan menyurutnya perjuangan dalam rangka mensejahterkan rakyat Indonesia, dibalik kegagalan tentu ada hikmah yang bisa diambil.

Oleh karena itu, pada rtikel ini saya memberi wacana bahwa orde pengganti reformasi adalah ORDE/ERA PENCERAHAN, pada orde ini Negara dibangun berlandaskan pendidikan yang kuat, dimana ilmu dan ahlak ynag baik (budi pekerti) harus menjadi budaya bangsa.

Dalam sejarah ditulis, bahwa negara-negara maju di dunia mempunyai latar belakang pendidikan yang kuat, semangat belajar yang tinggi dalam menguak misteri alam. Maka lahirlah berbagai macam bidang keilmuan yang berguna bagi manusia dalam menjalani hidupnya. Bidang keilmuang itu diantaranya ilmu-ilmu sosial yang meliputi ilmu filsafat, sosial, politik, yang membantu manusia dalam bidang kemasyarakatan, dan ilmu-ilmu alam yang meliputi ilmu fisika, kimia, kedokteran dan biologi telah membantu manusia dalam mengelola sumber daya alam, yang hasilnya juga sangat berguna bagi manusia.

Dengan sisitem pendidikan yang baik dan dukungan dari pemeritah maka suatu bangsa akan dengan mudah menguasai ilmu dan teknologi. Aplikasi dari ilmu dan teknologi akan membantu manusia dalam bekerja, selain itu dengan teknologi pula suatu barang dapat meningkat nilainya dibanding bahan dasarnya, sehingga secara ekonomi dapat menambah pemasukan bagi negara yang menguasai teknologi tersebut, yang pada gilirannya dapat menigkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Tidak ada salahnya kita mengambil pelajaran dari sejarah keberhasilan Negara-negara maju sehingga kita dapat menjadikan pendidikan sebagai landasan bagi kemajuan bangsa dan Negara. Sedangkan ahlak yang baik (budi pekerti) juga menjadi produk dari system pendidikan yang baik, sehingga diharapkan prilaku buruk seperti korupsi tidak tumbuh dan berkembang dalam komunitas berahlak baik.

Bersambung

11 Balasan ke Orde Reformasi dan Orde/Era Pencerahan Indonesia

  1. parbutaran mengatakan:

    hello, salam kenal,

  2. Andi Gunawan mengatakan:

    salam kenal juga….

  3. achoey sang khilaf mengatakan:

    Ya perbaiki ahlaq generasi kita
    Bangkitlah Indonesiaku!

  4. mahfudin indra wijaya mengatakan:

    aduh…… ko ga ada lanjutanya sih ya… data yang ku perluin nih… vanessa valencia 085724058931

  5. mahfudin indra wijaya mengatakan:

    aduh…… ko ga ada lanjutanya sih ya… data yang ku perluin kurang nih… vanessa valencia 085724058931

  6. dyah mengatakan:

    emmmmmmmmmmmp….
    bikin yang lebih lengkap ge yee data nya……

  7. rus mengatakan:

    koq gk da smbungan nya y

  8. renanda citra mengatakan:

    bagus bagus bagus

  9. Avrotech mengatakan:

    kenapa bersambung? kayak sinetron aja
    hahahaha, bercanda

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: