MENJADI MUSLIM KONTEMPORER

Ditengah peradaban manusia dewasa ini masyarakat muslim dituntut untuk berperan aktif mewujudkan suatu peradaban penuh dengan toleransi dan perdamaian. Membangun dunia dan peradaban tanpa anarkisme , namun lebih mengedepankan ilmu dan ahlak yang mulia. Ilmu diperoleh dari pendidikan yang berkesinambungan baik secara formal dan non formal, sedangkan ahlak diperoleh melalui pembiasan atas hal-hal yang positip sesuai hukum.

Proses pembelajaran yang berkesinambungan akan meningkatkan daya fikir, wawasan dan kemampuan bertindak sesuai dengan ilmu yang dimiliki. Kesabaran, jiwa besar dan mampu menangkap hikmah dari kehidupan adalah efek lain dari pendidikan yang baik.

Ilmu dan hikmah pula yang mendorong keberhasilan Rosul-rosul Allah dalam menjalankan tugasnya sebagai kholifah (pemimpin dunia). Rosul-rosul Allah mampu menginterprestasikan wahyu menjadi karya nyata yaitu mampu membangun peradaban yang taat hukum, menghormati hak asasi manusia yang pada dasarnya menghormati hak-hak dan hukum-hukum (aturan-aturan) Allah, sehingga pada gilirannya nanti akan mampu membawa keselamatan, persatuan dan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya baik secara materil maupun sepritual.

Adapun ciri-ciri peradaban yang dibangun pada masa rosul-rosul Allah yang patut kita contoh pada masa kini adalah ajaran monotheisme, supremasi hukum tanpa pandang bulu, membebaskan budak dari perbudakan (yang pada dasarnya membelenggu jiwa manusia dari hawa nafsunya menuju penghambaan hanya kepada Sang Maha Pencipta), mencintai ilmu sehingga dengan ilmu masyarakat menjadi cerdas (memahami hak dan kewajibannya), mencintai tanah air dan yang tak kalah penting adalah tradisi mengorbankan diri dan hartanya untuk mencari ridho Allah menjadi manusia peripurna yang memposisikan dirinya menjadi rahmat bagi seluruh alam pada tiap kesempatan.

Membangun peradaban yang diridhoi Allah harus mencontoh langkah-langkah dan strategi yang telah dilakukan rosul-rosul Allah terdahulu yang memang terbukti keberhasilannya. Langkah dan strategi rosul bersumber pada Al-Quran, Hadist dan sejarah yang sesuai dengan Quran dan Hadist. Setelah kita memahani langkah dan strategi rosul maka upaya selanjutnya adalah melaksanakannya sebagai nilai ibadah bukan hanya sekedar dibaca atau didiskusikan saja atau hanya sebagai suatu cerita saja.

Pemahaman yang kita dapat harus secepatnya ditransfer kepada anak-anak kita sebagai generasi yang diharapkan lebih baik dari kita. Transfer pemahaman harus dimulai sejak dini melalui pembiasaan dan pembelajaran yang berkesinambungan sebagai pondasi yang kokoh menjadi pribadi muslim kontemporer bahkan diharapkan menjadi pemimpin pada zamannya kelak. Proses ini sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan mengingat begitu derasnya arus budaya barat dan timur yang tidak sejalan dengan Islam yang telah merusak generasi muslim seperti saat ini seperti kebodohan dan keterbelakangan akan ilmu dan teknologi serta lebih mencintai kehidupan dunia dari pada mengorbankan diri untuk kepentingan Islam.

Mengorbankan diri untuk kepentingan Islam bukan berarti berbuat tidak adil terhadap orang diluar lingkungan Islam namun berbuat sesuatu yang berguna bagi umat manusia secara keseluruhan, karena seorang muslim seyogyanya memposisikan diri sebagai rahmat bagi seluruh alam. Mengorbankan diri demi kepentingan Islam bukan berarti bertindak bodoh seperti menjadi pelaku bom bunuh diri atau berbuat anarkis atau bersifat reaksioner terhadap hal-hal yang dibencinya

Hal terpenting dari semua ini adalah bagaimana aplikasi menjadi pribadi muslim kontemporer dalam dunia nyata bukan hanya sekedar di atas kertas saja atau hanya menjadi wacana. Mewujudkan karya nyata dengan kerja keras dapat dilakukan oleh seorang muslim dalam berbagai bidang, diantaranya membangun sarana dan prasarana pendidikan berkualitas, menciptakan perekonomian yang islami, membangun pusat kesehatan masyarakat yang bonofide dan terjangkau dan mengelola sumber daya alam untuk kemashlahatan umat.

Pendidikan yang berkualitas berarti membangun masa depan penuh harapan bukan sekedar khayalan si pelamun, yang menginginkan negara menjadi maju dan kuat dengan mengesampingkan pendidikan.

Sedangkan perekonomian islami adalah upaya memenuhi kebutuhan manusia dengan tetap menjaga harkat dan martabat manusia, menjaga keseimbangan sosial antara si kaya dan si miskin sehingga tidak terjadi kesenjangan yang mengakibatkan konflik yang tidak diinginkan. Membangun pusat kesehatan masyarakat bermakna ikut andil menciptakan kesejahteraan dimasyarakat, sehingga apabila masyarakat sehat dan berbadan kuat akan meningkatkan kinerja masyarakat dalam berbagai bidang pekerjaan. Pemahaman tentang pusat kesehatan masyarakat di atas adalah sangat luas, bukan hanya sebagai tempat mengobati orang sakit saja akan tetapi menjaga manusia tetap sehat sekaligus kuat.

Oleh karena itu penting bagi komunitas muslim untuk konsisten dengan tujuan menjadi rahmat bagi seluruh alam mulai dari diri sendiri baik itu seorang pemimpin maupun yang dipimpin.

Konsisten terhadap tujuan diharapkan akan memberi kontribusi bahkan menjadi pionir bagi terciptanya kesejahteraan dan perdamaian di dunia yang dicita-citakan oleh umat manusia. Bagaimana dengan anda? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: