Peneliti yang peduli

TRIHARYONO MENCOBA HENTIKAN IMPOR BERAS

Kondisi pertanian Indonesia tidak seharusnya terpuruk. Namum kenytaannya, memperlihatkan betapa negeri yang seharusnya bisa surplus beras ini sekarang harus mengimpor beras. Meskipun menteri pertanian sedang berjuang untuk melarang impor, Perum Bulog sebagai peyangga ketersediaan beras, dengan sejumlah asumsi dan argumentasinya, tetap merasa perlu mengimpor beras. Dst …untuk lengkapnya lihat di Harian Kompas, Rabu, 21/11/2007 kolom sosok.

Komentarku :

Kondisi keterpurukan dibidang pertanian sehingga Indonesia harus mengimpor berbagai macam hasil pertanian, selain beras juga buah-buahan, sedikit banyak telah dijawab oleh Bp. Triharyono Indrawan Soesilo, Presdir PT. Rekayasa Indonesia, alumni ITB Teknik Kimia 1981, dengan melakukan penelitian sehingga mampu menghasilkan 16 ton gabah per hektar sawah. Bahkan beras yang dihasilkannya adalah beras organik yang berkualitas dan sehat harganya pun mahal sekitar Rp. 10.000-Rp. 20.000.

Jika luas lahan yang ada di Indonesia mampu menghasilkan 16 ton gabah per hektar sawah seperti contoh di atas maka Indonesia akan menjadi negara swasembada beras bahkan lebihnya bisa di ekspor dan menhasilkan devisa bagi negara. Petanipun akan berseri karena biaya hidup akan terpenuhi dengan mudah, petani kaya negara kuat.

Pertanyaannya sampai kapan Indonesia terus mengimpor beras ??? Terlebih bila kondisi ketersedian beras dunia tidak mengalami surplus … alias beras menjadi langka selain itu yang harus diingat bahwa jumlah penduduk Indonesia terus meningkat secara signifikan.

Disinilah peran peneliti seperti Bp. Triharyono yang akan menjawabnya dengan ilmu dan teknologi yang dimiliki, plus peran pemerintah dalam menciptakan iklim kondusif bagi para peneliti berupa fasilitas penelitian dan apresiasi pemerintah terhadap peneliti itu sendiri. Tanpa peran pemerintah yang baik maka para peneliti lebih memilih tinggal di luar negeri yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peneliti untuk berkembang serta apresiasi yang lebih dari cukup.

Untuk para peneliti diharapkan untuk mempraktekan ilmunya di Indonesia meskipun dengan banyak keterbatasan, itulah wujud dari pengorbanan peneliti terhadap bangsa dan negaranya yang sudah mulai langka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: