Dari Proklamasi Hingga Hari Ini

Rasanya baru kemarin kita merdeka
Dari setiap penjajahan angkara murka
Tapi ini sudah enam puluh tahun bung !

Rasanya kita bermimpi buruk
Membangun negara seperti mengeja kata
Pada sebuah novel seribu halaman
Lalu kita seperti tergagap untuk mengeja kata
“Korupsi, judi, narkoba, nepotisme, perkosaan
pembalakan hutan, perampokan, pembunuhan”
de .. el.. es.. be ..
cis isinya lebih dari separuh buku novel itu
lebih dari separuh perjalanan negeri ini
lebih dari separuh manusia Indonesia
dalam penjajahan dan pebudakan modern
pantas saja rasanya kita sudah terbiasa
dengan pendidikan terbelakang, kemiskinan merajalela
busung lapar, disintegrasi bangsa, pengebirian ham
dan setumpuk masalah ipoleksosbud hankam …..

“Aku malu menjadi Bangsa Indonesia”
begitu sang pujangga berteriak
ditengah samudra bangsa yang luas
ditengah sepinya moral dan kebaikan

Inikah kalimat bernilai untuk melecut anak bangsa
Atau hanya sekedar keputus-asaan sang pujangga

Wahai anak negeri bertekad baja, berhati mulia
Berjiwa besar, berwawasan luas, bercita-cita tinggi

Kita bangsa Indonesia bersumpah
Demi negeri ini
Demi generasi dan regenerasi
Mari kita berjanji
Bahwa Indonesia harus bersatu
Bahwa Indonesia harus kuat
Bahwa Indonesia harus maju
Bahwa Indonesia harus jaya

Mari kita robek halaman kelam dalam novel itu
Walau lebih dari separuh buku

Mari kita ukir kata demi kata
“Aku Bangga menjadi bangsa Indonesia”

Bekasi, Agustus 2005

 

Satu Balasan ke Dari Proklamasi Hingga Hari Ini

  1. Moch.Ulul Azmy mengatakan:

    yes we did!!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: