Mimpi Yang Haq

Malam itu nurani seperti tak bersumbu
Ketika mimpi yang haq menjelma
Ruh menjadi gundah
Sekujur tubuhku dabalut peluh
Menahan duka mayapada
Aku bangkit meraih tongkat musa

Sejurus kemudian nurani kembali bersumbu
Bersama tongkat musa
aku usir ular sombong itu
dari hati manusia

Aku terbangun
Dilangit fajar kebenaran telah terbit
Menanti sang putra fajar

Jakarta, Pebruari 2006

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: