Etos Kerja Rendah ???

“Etos Kerja Rendah UmatTerjebak Kemiskinan”

Kemiskinan yang dialami sebagian umat Islam disebabkan oleh pemahaman nilai dan ajaran agama yang keliru, kondisi tersebut diperparah dengan tatanan ekonomi local dan global serta ketidak mampuan Negara menciptakan lapangan kerja bagi warganya. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama, KH Hasyim Muzadi seusai penandatangan nota kesepahaman “Pemberberdayaan masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Lokal Daerah Tertinggal (PPDT) dikantor PBNU, Selasa 20/11/07). Umat lebih banyak berdoa dan pasrah untuk memperbaiki perekonomian , tapi upaya nyata kurang dilakukan. Rendahnya etos kerja umat ini membuat umat Islam sulit meningkatkan derajat ekonominya. Dst … Harian Kompas 21/11/07

 

Komentarku :

Salah siapa, ini salah siapa ??? Tanya pada rumput yang bergoyang, begitu kata Ebit G. Ade dalam salah satu liriknya.

Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi selaku seorang pemimpin seharusnya tidak perlu meratapi atau menyalahkan kondisi yang ada baik kepada pemerintah atau tatanan ekonomi lokal maupun global, kalau mau gentle mustinya menyalahkan diri sendiri kemudian berusaha memperbaiki etos kerja yang rendah itu menjadi etos kerja yang tinggi.

Bp. Hasyim Muzadi mempunyai potensi untuk merubah cara berpikir warganya dari mengharap pekerjaan yang disediakan pemerintah menjadi pencipta lapangan kerja, ini bisa dilakukan dengan menggerakan dan memberdayakan badan-badan otonom yang ada di NU, seperti Muslimat, Fatayat maupun lembaga perekonomian NU.

Adapun kemiskinan yang disebabkan oleh pemahaman nilai dan ajaran agama yang keliru itu sudah seharusnya menjadi tanggung jawab para pemimpin Agama untuk meluruskannya sesuai dengan ajaran Islam yang benar dan seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhamad SAW.

Suatu pemahaman nilai atau ajaran agama yang melahirkan kemiskinan, baik miskin ilmu dan harta atau etos kerja yang rendah pastilah nilai-nilai yang diajarkan kepada umat tersebut salah. Sebab kemiskinan dapat menyebabkan umat Islam menjadi kufur.

Indikator kemajuan bangsa Indonesia bisa dilihat dari kemajuan dan cara berfikir seluruh umat Islam di Indonesia karena umat Islam merupakan mayoritas (90%) di Indonesia.

Peran aktif dari pemimpin Agama atau ulama untuk mengentaskan kemiskinan sangat diharapkan. Ayo Bangkit Indonesiaku ….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: