Tentang Sahabatku

Kamu benci atas kekeluan lidahmu
Ketika tarian para pencoleng
Menggelitik penglihatanmu
Di negeri ini
Dan ketika kejahiliyahan
Telah memuncak pada zaman keemasannya

Lalu kamupun benci atas gemulai otakmu
Ketika menangkap isyarat dari yang Maha Tinggi
Dari lembaran yang disucikan
Kamu merasa enggan
Bahkan untuk ayat yang muhkamat sekalipun

Kini kamu berada diantara dua lautan
Seperti di Mesir tempo dulu
Diantara lautan Musa atau Firaun
Diantara lautan Kebaikan dan Kedzaliman
Yang pernah dikabarkan pula oleh Nuh
Tentang air bah yang mengurung kaumnya

Selanjutnya kamu pun mampu
Membaca isyarat-isyarat yang haq

Jakarta, Januari 2006

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: