Akal yang Liberal Vs. Hati Nurani

Akal manusia sungguh sangat liberal dan radikal mampu menembus ruang dan waktu mengembara dari khayal ke khayal, mampu berfikir untuk berkreasi dan berinovasi, membuat aturan-aturan untuk dirinya dan sesamanya, bahkan dengan akal itu pula manusia dapat berbuat sangat kejam, melanggar norma-norma yang  dapat merusak sistem kehidupan. Dengan akal pula manusia mampu menguasai bumi dengan cara mengolah sumber-sumber daya yang ada di bumi dan memanfaatkannya untuk kepentingan dirinya, bahkan manusia mampu pergi ke ruang angkasa, menginjakan kakinya di bulan dan suatu saat nanti akan dapat pula mengeksplorasi sumber daya di ruang angkasa. 

Itulah akal manusia yang dianugerahkan Tuhan hanya untuk manusia, anugrah ini tentunya harus dipergunakan untuk mensyukuri nikmatnya, akal yang senantiasa bersyukur ini disebut akal sehat, akal sehat selalu bersanding dengan hati nurani. 

Hati nurani atau hati kecil hati adalah hati yang selalu diliputi cahaya sang Maha Pencipta, mengikuti irama alam semesta yang memang diciptakan Tuhan untuk manusia maka tatkala manusia yang berhati nurani  melihat ketidak sesuaian atau adanya ketidak selarasan dengan alam ini maka dirinya kan tergerak untuk merubahnya dan menyesuaikan dengan keselarasan alam tadi.  

Ketika seseorang dengan hati nurani, melihat ada orang lain yang patut ditolong pasti akan ditolongnya tanpa menghiraukan apa jenis warna kulitnya dari bangsa atau kelompok mana yang ditolong itu berasal. Dengan hati nurani juga manusia bisa berbuat baik untuk seluruh mahluk yang ada di alam ini dengan memberi perlindungan secara maksimal dengan menjaga keseimbangannya. Inilah manusia yang dapat memberi rahmat atas alam ini, pembawa damai dan toleransi.  

Seorang pemimpin yang mengedepankan akal sehat dan hati nurani  dia akan menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik, dilingkungan bangsanya dan antar bangsa. Di lingkungan bangsanya pemimpin tersebut akan selalu berupaya mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya menjaga stabilitas keamanan, membuat kebijakan pro rakyat. 

Seorang hakim yang berhati nurani akan terbebas dari mafia peradilan, seorang pengusaha dengan hati nurani akan terhindar dari kasus suap, korupsi, praktek yang merugikan pihak lain, guru dengan hati nurani akan penuh konsentrasi mendidik anak didiknya sehingga berhasil dan seterusnya. 

Dalam tataran tataran yang lebih luas seorang yang mengedepankan hati  nurani, misalnya tokoh atau pemimpian dunia akan mampu memotivasi perdamaian dunia, sekaligus menjadi agen pemersatu umat manusia tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya alias tidak memakai  standar ganda dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Konflik yang ada diminimalisir bahkan bisa berbuah menjadi persahabatan. Berbagai persoalan dihadapi dengan kebesaran jiwanya, dunia menjadi damai dan nyaman untuk di tempati.Bagaimana dengan Indonesia?? Mari kita selalu mengedepankan hati nurani, menuju kepada pemerintahan yang baik dan masyarakat madani. Ayo Bangkit Indonesia …!!!  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: