CSR dan PKBM

CSR atau corporate social responsibility memiliki peranan penting pada saat kondisi bangsa Indonesia mengalami keterpurukan dan keterbelakangan di berbagai bidang. Banyak cara bagi perusahaan-perusahaan atau pengusaha secara pribadi untuk andil dalam membangun bangsa dan negaranya di tengah kekurang-mampuan pemerintah dalam mengelola bangsa dan negaranya.

Tanggung jawab sosial perusahaan harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan atau potensi masyarakat agar lebih mandiri dan punya daya tahan dalam kehidupannya. Bantuan bukan berupa ikan tapi kail untuk mempertahankan hidupnya, artinya bantuan yang diberikan bukan berupa uang untuk konsumsi tapi berupa modal kerja, pendidikan dan pelatihan.

Hal yang akan dibahas dalam artikel ini adalah tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pendidikan harus mendapat perhatian yang lebih bagi siapapun termasuk perusahaan karena pendidikan merupakan investasi kemajuan bangsa di masa mendatang.

Kebutuhan akan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu harus segera dipenuhi, sebab pendidikan mampu mengaktifkan peran masyarakat dalam pembangunan dan ikut menjaga hasil pembangunan. Pendidikan bagi masyarakat kurang mampu biasanya berupa pendidikan non formal yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat, pendidikan kesetaraan tingkat SD, SMP dan SMA serta diklat untuk keahlian tertentu.

Program pemerintah untuk pendidikan non formal untuk saat ini adalah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), yang menjadi program unggulan untuk meningkatkan IPM Indonesia agar lebih baik dari tahun sebelumnya.

Definisi menurut Ditjen Pendidikan Non Formal Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan budaya.

Sedangkan tujuan PKBM adalah memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah. Dalam upaya menyamakan persepsi dan menyelaraskan penyelenggaraan PKBM, dengan ide dasar PKBM sebagai pusat kegiatan pendidikan luar sekolah, PKBM yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kepentingan dan kemampuan masyarakat, maka perlu dikembangkan alat ukur kelayakan penyelenggaraan PKBM.

Di PKBM masyarakat bisa belajar apa saja, diantaranya belajar baca tulis aksara latin, aksara arab atau belajar sesuai dengan kebutuhan serta minat dari peserta didik, pembelajaran untuk memberdayakan masyarakat sesuai lingkungan, misalnya kursus menjahit, komputer, cara mengolah tanah yang baik, cara menanam yang baik, beternak unggas dan sebagainya.

Perusahaan-perusahaan dan pengusaha-pengusaha kaya di seluruh Indonesia harus dengan tulus menerima program CSR demi kemajuan bangsa, walaupun sudah pula membayar pajak. Seandainya kesadaran itu diwujudkan dengan membangun PKBM beserta kelengkapannya sungguh suatu hal yang sangat mulia. Ayo Bangkit Pendidikan Indonesia…!!!

3 Balasan ke CSR dan PKBM

  1. anggara mengatakan:

    tapi membangun pendidikan itu tanggung jawab pemerintah, nggak bisa serta merta para pengusaha itu diminta bantuannya, itu menurut saya sih

  2. Andi mengatakan:

    Pak Anggara tidak salah, Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan bermutu tanpa diskriminasi ini sesuai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.
    Namun peran masyarakatpun sangat diharapkan, termasuk perusahaan atau pengusaha atau siapa saja yang concern terhadap pendidikan. Inipun sesuai dengan UU Sisdiknas Bagian Ketiga, Pasal 9 “Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.”
    Dukungan masyarakat diperlukan terlebih kondisi pemerintah Indonseia masih terseok dalam mengelola keuangan negara.
    Selain itu hal yang sangat terpuji bila perusahaan atau pengusaha membantu di bidang pendidikan sebagai investasi bangsa dan negara dimasa depan khususnya PKBM yang berada dilingkungan masyarakat kurang mampu secara ekonomi.
    Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran tinggi dari perusahaan atau pengusaha untuk membiayai pendidikan khususnya PKBM. Jadi, Ayo Bangkit Pendidikan Indonesia …!!!

  3. yorasaki mengatakan:

    Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas perlu dukungan dari semua pihak termasuk pengusaha. Jadi mari saling bahu membahu bukan saling melepas tanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: