Bagaimana Mengelola Sampah Yang Menguntungkan (bagian 2)

Di negara-negara maju, seperti Jepang dan Jerman, pengelolaan sampah sudah menjadi sebuah industri yang menguntungkan perusahaan yang mengelolanya. Dalam hal ini Indonesia harus mencontoh negara maju dimana pengelolaan sampah harus dijadikan sebuah industri yang menguntungkan.

Industri pengelolaan sampah di Indonesia dalam skala nasional merupakan hal baru, tentu dari studi awal samapai implementasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tenaga kerja yang banyak. Industri pengelolaan sampah yang saya usulkan bersinergi dengan dengan industri ternak dan industri pertanian untuk sampah organik dan industri pendaur ulang untuk sampah non-organik.

Untuk permasalahan biaya pemerintah lebih paham dalam mengadakannya namun untuk tenaga kerja bisa diserap dari dinas kebersihan kota, pemulung, pengumpul barang bekas, petugas kebersihan ditingkat RT, RW atau Kelurahan.

Adapun cara kerjanya :

Langkah pertama : memilah sampah. Sampah organik dan non-organik dipilah sejak sampah pertama kali dibuang baik yang berasal dari rumah tangga, tempat-tempat sampah, warung-warung nasi, tempat umum, pasar-pasar maupun dari berbagai industri. Proses pemilahan ini harus terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat benar paham dan melaksanakannya dengan baik karena proses ini sangat vital yang menentukan proses berikutnya.

Langkah kedua : sampah yang telah dipilah, ditimbang, dicatat dan diberi harga dan kemudian di kumpulkan ditempat pengumpul. Petugas ini diantarnya berasal dari tenaga yang berada di lingkungan RT, RW dan Kelurahan yan mengumpulkan sampah dari warga, karena sampah akan di beri harga maka petugas kebersihan mendapat insentif atas tugasnya sehingga dalam bekerja akan lebih giat lagi.

Langkah ketiga : Sampah diangkut ketempat pengelolaan sampah, sampah non-organik dibawa ketempat pendauran ulang. Sampah organik dibuat kompos untuk pupuk tanaman dan dibuat silase untuk pakan ternak, misalnya sapi dan kambing. Silase dengan bahan baku sampah organik yang berasal dari sisa-sisa makanan dibuat dengan menambahkan ragi (seperti ragi untuk pembuatan tape) serta dedak kemudian ditutup dan dibiarkan beberapa hari sebelum diberikan kepada hewan ternak (sumber : Majalah Al-Zaytun).

Sebelum proses diatas pemerintah harus sudah menyiapkan lahan berikut ternaknya baik sapi maupun kambing serta menyiapkan lahan pertanian untuk menampung pupuk kompos.

Siklus yang diharapkan berikutnya adalah sapi atau ternak lain menghasilkan kotoran, kotoran ternak setelah diproses digunakan untuk menyuburkan tanaman seperti untuk lahan pertanian, perkebunan serta lahan rumput untuk pakan ternak. Maka terjadilah siklus simbiosis mutualisma. Semakin banyak sapi atau ternak lainnya maka kotorannya pun semakin banyak yang diharapkan menyuburkan tanah sehingga lahan pertanian dan perkebunan tidak tergantung pada pupuk buatan. Sedangkan jerami dari pertanian bisa dimanfaatkan untuk industri jamur merang atau dihancurkan menjadi pupuk kompos. Demikian seterusnya.

Dari siklus tersebut di atas manusia menuai banyak manfaat. Untuk siklus pengolahan sampah manusia terhindar dari sumber penyakit dan sampah yang menggunung, kemudian selokan dan sungai menjadi bersih, lingkungan menjadi lebih sehat dan nyaman. Sedangkan dari siklus kedua manusia bisa memperoleh dari hasil ternak berupa daging, susu dan telor, dari hasil pertanian berupa beras, dari hasil perkebunan berupa buah-buahan serta jamur merang.

Bila program tersebut dilaksankan dengan serius maka tahun 2010 Indonesia akan swasembada sapi sesuai harapan pemerintah yang disampaikan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, meningkatnya hasil pertanian karena lahan menjadi lebih subur, meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengangguran.

Jadi, Ayo Bangkit Indonesia…!!!

 

3 Balasan ke Bagaimana Mengelola Sampah Yang Menguntungkan (bagian 2)

  1. ghopink mengatakan:

    Paaaaaaaaaaak, nah kalo sampah kita dah habis semua gimana, kan pengangguran lagi? jadilah kita ngimpor sampah dari negeri orang biar ga pada nganggur! wah keren dong! negeri asing ngangkut emas, minyak, kayu dari negeri kita, nah giliran kita ngimpor sampah dari negeri mereka. wah, kayaknya kita bener2 negeri yang berbudi luhur ya, suka membantu meski kita sdh jd bulan-bulanan mereka. oh ya, kita kan udah tuh ngimpor kondom bekas untuk di daur ulang?!!! gimana tuh pak?

  2. wawan mengatakan:

    Kita semua tahu bahwasanya sampah yang masih bisa kita manfaatkan dengan menjadikan nilai pruduk yang bisa dikomersilkan/ nilai jual menjadi tolak ukur peningkatan taraf hidup masyarakat miskin. kita tahu banyak limbah yang bisa kita manfaatkan seperti budidaya jamur ( tiram, merang, kuping, dll) menjadi suatu alasan dasar bagi saya alangkah bijaksananya “rubrik ini” mengetengahkan bagaimana mensosialisasikan cara-cara, teknik, analisa budidaya ternak jamur ataupun budidaya2 yang lainnya sehingga masalah lingkungan yang kita hadapi agak berkurang. Sehingga pembaca atau masyarakat pada umumnya yang kurang perduli akan alam sekitarnya akan terinspirasi dengan barang limbah/sampah untuk dijadikan peluang usaha menjadikan produk yang bisa dikomersilkan.

  3. tono mengatakan:

    Bagaimana cara membuat pakan ternak (kambing) dari bahan limbah log jamur merang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: