Info Aktual COP ke 13 Bali, dari Berbagai Sumber

Begitu pentingnya momen perundingan tentang perubahan iklim, Presiden SBY berkantor di hotel tempat konfrensi, baca kutipannya :

Nusa Dua, Bali: Hingga pukul 23.45 WITA, Jumat (14/12), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masihh terus memantau jalannya negosiasi antarpihak dalam konferensi PBB tentang Perubahan Iklim. Presiden, yang sejak hari pertama menginap dan ‘berkantor’ di Hotel Four Seasons, Jimbaran, sejak pukul 14.30 WITA pindah ke Hotel Westin, Nusa Dua, lokasi konferensi. Menurut Juru Bicara Presiden, Andi A.Mallarangeng, Presiden akan terus memantau sampai konferensi selesai. “Presiden akan berada di sini (Hotel Westin) bersama delegasi untuk memantau, mendorong, dan menjaga agar konferensi menghasilkan Bali Roadmap,” Andi menjelaskan. “Dan jika diperlukan, Presiden siap membantu mencarikan terobosan.”

Ternyata perundingannya alot banget sampai pada lembur, mudah-mudah disiapin jamu pegel linu, tolak angin sama panitianya, nih beritanya :

Nusa Dua, Bali: Jarum jam menunjukkan pukul 02.00 WITA, Sabtu (15/12) dini hari, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun dari lantai empat Hotel Westin, Nusa Dua, Bali. “Perundingan masih berjalan dan alot. Karena itu Presiden SBY perlu datang ke kantor Presiden COP untuk mendorong agar proses negosiasi berjalan lancar,” Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng menjelaskan. Suasana Hotel Westin sudah beranjak lengang ketika Presiden SBY berjalan memasuki Kantor Presiden COP (Conference of the Parties) Rachmat Witoelar, di lantai dua. Di ruang kerja Rachmat, yang juga Menteri Lingkungan Hidup, Presiden melakukan pembicaraan dengan Executive Secretary UNFCCC Yvo de Boer. Dalam pertemuan ini, SBY juga didampingi Menko Kesra Aburizal bakrie, Menlu Hassan Wirajuda, dan Emil Salim. Menlu Hassan adalah juga ketua konferensi tingkat menteri yang akan merumuskan hasil negosiasi tersebut. Pertemuan dengan de Boer berlangsung sekitar 25 menit. Presiden kemudian sempat bertemu co-fasilitatoir dari Amerika Serikat, Australia, dan Argentina, sebelum kembali ke lantai empat. Sejak siang, Presiden SBY berada di Hotel Westin untuk memantau dan mendorong perkembangan proses negosiasi antarpihak agar menghasilkan sebuah konsensus yang kita inginkan. Dan ternyata, sampai dini hari ini, negosiasi masih alot. Poin yang paling krusial adalah berkaitan dengan future cooperation action, yakni kerangka baru untuk ke depan, hingga tahun 2009. Padahal, Presiden SBY dan banyak pemimpin negara lain sepakat bahwa Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim ini bisa menghasilkan Bali Roadmap. (har)

Di COP 13 Bali, Amerika Serikat, Jepang dan Kanada berulah shingga mendapat banya kecaman dari hampir semua peserta konfrensi, pengen tahu :

Konperensi PBB tentang iklim di Bali “hampir” mencapai kesepakatan, menurut seorang pejabat senior PBB untuk masalah iklim, di saat pembicaraan diperpanjang ke hari berikutnya.Uni Eropa mendesak agar naskah akhir dari pertemuan ini memuat janji negara-negara industri untuk mengurangi emisi yang mereka hasilkan sebesar 25-40% selambat-lambatnya tahun 2020.

Namun Amerika Serikat, Kanada dan Jepang menentang pengurangan itu.Beberapa negara berkembang mengatakan mereka didesak untuk menerima sasaran pengurangan emisi yang dihasilkan negara mereka sendiri.

Kesepakatan sudah dicapai tentang isu lainnya seperti pengurangan penggundulan hutan.Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan dia akan kembali ke Bali dari Timor Leste untuk membantu merundingkan penyelesaian.“Saya akan kembali ke Bali besok [Sabtu] pagi untuk bertemu dengan para anggota delegasi… dan melanjutkan perundingan lebih lanjut,” katanya kepada para wartawan di ibukota Dili.

Tetapi Yvo de Boer, sekretaris eksekutif Konvensi Kerangka PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCC) mengisyaratkan bahwa intervensi Ban Ki-moon kemungkinan tidak dibutuhkan. “Kami sudah hampir sepakat, saya rasa,” katanya.“Jelas ini bukan kebuntuan. Mereka bekerja keras untuk menyelesaikan masalah yang masih mengganjal.”

‘Iklim baik’

Rancangan naskah yang merupakan jalan tengah berisi bagian yang mengakui emisi gas rumah kaca harus distabilkan sebelum akhir dasawarsa berikutnya, dan bahwa negara-negara maju harus memegang peranan utama dalam upaya ini. “Menurut saya keadaannya baik, dan iklim dari konperensi iklim ini baik, dan kami pada akhirnya akan berhasil,” kata Menteri Lingkungan Jerman Sigmar Gabriel kepada para wartawan.

Ketua tim perunding AS Harlan Watson mengatakan kepada kantor berita AFP: “Saya selalu optimis. Menurut saya kami akan mencapai kesepakatan.” Dan sekretaris eksekutif konperensi PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC) Yvo de Boer, yang sebelumnya menyatakan dia khawatir tentang pembicaraan yang berjalan lamban, mengatakan pertemuan itu kemungkinan akan berakhir tanpa kesepakatan. Ada kemungkinan tetapi ini tidak akan terjadi,” katanya.

“Ini tidak akan terjadi karena begitu banyak tekanan dari masyarakat agar pertemuan ini membuahkan hasil. Saya tidak yakin para menteri akan bisa meninggalkan konperensi ini tanpa jawaban politik atas pesan ilmiah yang mereka terima.”

“Semua orang bekerja keras untuk mencapai hasil, tidak ada yang ingin pertemuan ini gagal dan tidak akan satu negara pun yang ingin negara mereka gagal.”

Penghasil emisi terbesar

Konperensi ini bertujuan untuk memulai sebuah proses – “peta jalan Bali” – yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah traktat yang akan menggantikan Protokol Kyoto yang akan berakhir pada tahun 2012. Amerika Serikat, Kanada dan Jepang secara konsisten menentang tuntutan Uni Eropa agar negara-negara industri maju menetapkan sasaran yang tegas sekarang.

Delegasi AS di Bali mendapat kecaman luas dari para pegiat lingkungan.Dan pada hari Kamis, para menteri Uni Eropa mengancam akan memboikot KTT iklim yang diselenggarakan Amerika bagi negara-negara penghasil emisi terbesar di dunia bulan depan jika pemerintah Bush tidak mau mendukung sasaran pengurangan emisi yang mengikat.

KTT itu, yang akan berlangsung di Honolulu, adalah pertemuan kedua “negara-negara ekonomi maju”, satu inisiatif oleh pemerintah Bush di bulan September. Pertemuan itu diadakan dengan dasar sasaran emisi secara suka rela, dan oleh banyak kalangan lingkungan dilihat sebagai pengalihan perhatian dari upaya yang dilakukan PBB.

Salah satu yang ikut mengritik Amerika adalah pemenang penghargaan Nobel dan mantan wakil presiden Amerika, Al Gore, dalam pidatonya dihadapan para utusan pada hari Kamis. Gore disambut dengan tepuk tangan luas ketika mengatakan: ”Negara saya sendiri, Amerika Serikat, adalah yang utamanya harus bertanggungjawab menghalangi kemajuan di Bali ini”.

Tetapi Gore juga meminta para utusan untuk tidak menyerah, mengingatkan para utusan bahwa pemilihan presiden Amerika tahun 2008 mungkin akan membawa semangat baru yang berbeda dari Washinton.

Berita dari situs Presiden SBY, Antara, dsb

Baca Juga :

Pidato Presiden SBY dalam Forum COP 13 Bali
COP 13 Bali : Penyesalan Umat Manusia dalam Merusak Alam

Satu Balasan ke Info Aktual COP ke 13 Bali, dari Berbagai Sumber

  1. […] Baca Juga : Pidato Presiden SBY dalam Forum COP 13 Bali Info Aktual COP 13 Bali dari Berbagai Sumber […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: