Malaysia Bersemangat Pelajari Seni dan Budaya Indonesia

Malaysia bersemangat mempelajari seni dan budaya Indonesia, hal ini dibuktikan dengan mempelajari kurikulum seni yang ada di SMKN 10 Bandung (Kompas 26/12/2007) sementara bangsa Inonesia tidak acuh terhadap seni dan budayanya sendiri, namun ketika seni dan budaya tersebut akan lestarikan Malaysia dengan cara diakui menjadi miliknya, kontan bangsa Indonesia kebakaran jenggot, inilah sikap nasionalisme hangat-hangat tahi ayam.

Kita memang tidak rela kalau seni dan budaya kita diakui oleh bangsa atau negara lain, karena merupakan warisan dari pendahulu kita yang harus dilestarikan. Dan sudah seharusnya kita lebih tidak rela lagi kalau kebudayaan yang kita miliki justru punah begitu saja tanpa mampu kita lestarikan.

Sebagai suatu contoh adalah seni budaya dari Sumatera Utara yaitu opera batak, pada saat ini jenis seni budaya tersebut sudah kembang kempis tinggal menunggu waktunya masuk kotak, padahal tiga dekade yang lampau opera batak cukup terkenal bahkan mampu menghidupi pekerja seni yang berkecimpung di dalamnya.

Contoh lain adalah angklung, merupakan seni budaya sunda, dari hari ke hari hanya di anggap sepi diganti dengan hiburan lain, bangsa Indonesia lebih memilih band, film barat atau sinetron untuk mengisi ruang batinnya dibanding seni dan budaya daerahnya sendiri.

Hal lain yang justru mengkhawatirkan akan punahnya seni budaya adalah sudah hilangnya jiwa seni dan nasionalisme para pemilik stasiun televisi, mereka cenderung menayangkan hiburan pop dan asal jadi demi mencari kesenangan dan keuntungan semata. Kalau sudah begitu apa yang diharapkan dari stasiun televisi?

Televisi seharusnya bisa menampilkan wajah seni dan budaya Indonesia, acara tersebut bisa juga dikemas secara profesional misalnya melibatkan artis terkenal yang mampu menjadi daya tarik sebuah kesenian. Atau bisa juga dalam bentuk festival yang bisa secara rutin diselenggarakan misalnya setiap bulan, dengan adanya acara festival secara rutin, diharapkan bangsa Indonesia akan mengenal dan mencintai seni dan budayanya sendiri demikian juga dengan agen perjalanan akan mudah mengarahkan wisatawannya ketika berada di Indonesia.

Pada akhirnya dengan rangkaian acara seni dan budaya yang diselenggarakan secara rutin dan profesional, tentu akan mampu mendatangkan wisatawan asing yang cukup banyak. Sepanjang tahun Indonesia akan menjadi tujuan wisata dari negara-negara lain, bisa jadi Visit Indonesia Year’s bisa terjadi setiap tahun, sesuatu hal yang membuat senyum Menteri Budaya dan Pariwisata, Jero Wacik, terus mengembang.

Apakah seni dan budaya Indonesia akan punah secara perlahan ketika badai globalisasi menerpa seni budaya Indonesia dengan kencangnya?? Berapa lama daya tahan seni dan budaya Indonesia menghadapi serbuan westernisasi, melalui film Hollywood, MTV atau barangkali sinetron Indonesia yang tak kunjung selesai,

Ataukah Indonesia harus makmur terlebih dahulu kemudian baru memikirkan budaya sendiri? Sementara sekarang ini bangsa Indonesia masih disibukan untuk mengurus segudang masalah yang dibuatnya sendiri, seperti banjir, penggundulan hutan, kemiskinan, masalah kesehatan, sehingga akhirnya tidak terpikirkan untuk melestarikan seni dan budayanya

Dengan demikian mampukah pemerintah dan Bangsa Indonesia menghargai budayanya sendiri, kalau tidak mampu barangkali kita pinjamkan saja seni budaya Indonesia kepada negara yang mengahargai budaya kita seperti Malaysia atau Belanda misalanya, sampai bangsa Indonesia sadar akan seni dan budayanya sendiri.

Inilah PR bagi pemerintah dan bangsa Inodnesia untuk melestarikan seni dan budayanya, khususnya PR buat Mentri Budaya dan Pariwisata yang sudah semestinya mempertaruhkan jabatannya untuk keberhasilan tersebut.

4 Balasan ke Malaysia Bersemangat Pelajari Seni dan Budaya Indonesia

  1. Campus mengatakan:

    Harusnya kampus atau perguruan tinggi berperan atau berkepedulian terhadap dokumentasi digital dari budaya indonesia

  2. ACI mengatakan:

    Semangat memperlajari budaya negeri lain sih bagus, asal tetap menghormati HaKI terhadap budaya tersebut🙂

  3. atha lakuary mengatakan:

    yahh kampus juga seharusnya punya kurikulum tentang budaya negara lain ya…

    I LOVE INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: