Soal Gas Natuna : Wapres Bak Ksatria Bangsa

 

Pernyataan Wapres dalam Harian Kompas yang dikutip dari Kantor Berita Antara, sungguh merupakan pernyataan seorang ksatria, pernyataan yang membela kepentingan rakyat Indonesia, padahal yang dihadapinya adalah perusahaan multinasional dari Amerika Serikat yaitu EXXON. Seperti yang kita pahami bahwa setiap perusahaan multinasional dari Amerika Serikat pasti mendapat dukungan penuh dari pemerintah Amerika Serikat. Ini artinya bahwa Wapres HM. Jusuf Kalla berani berhadapan dengan pemerintahan AS rezim Geroge W. Bush yang arogan. Sikap Wapres membela kepentingan rakyat Indonesia patut dicontoh oleh siapapun untuk kebaikan dan kedaulatan Indonesia

Artikel yang saya cuplik dari Kompas, bisa dibaca selengkapnya di bawah ini :

Wapres Tidak Peduli Digugat soal Gas Natuna

Wakil Presiden HM Jusuf Kalla menyatakan ia tidak peduli jika digugat terkait usahanya mempertahankan angka bagi hasil pengelolaan gas Blok D Alpha Natuna senilai 60:40 persen sehingga proses perundingan dengan Exxon tertunda. ”Saya tidak peduli, mau marah, mau di pengadilan, kita tidak akan kasih. Harus yang terbaik untuk rakyat Indonesia, terutama Natuna,” kata Wapres Kalla, Jumat (8/2), saat dialog dengan warga Natuna di Kantor Bupati Natuna, Kepulauan Riau, Jumat. Wapres menilai, waktu perundingan gas Blok D Alpha yang mencapai satu tahun agak lama karena tarik-menarik persentase bagi hasil. ”Tak apa agak lama sedikit daripada dapat nol,” katanya. Menurut Wapres, jika bangsa Indonesia tidak mendapatkan bagi hasil, itu sama dengan perampokan. Ia bertekad ingin mempertahankan hak bangsa. Menurut Wapres, berdasarkan penelitian para ahli, gas Natuna baru mendapatkan hasil pada 2015. (Antara)

 

Sikap Wapres harus dijadikan contoh dalam menangani proses kontrak karya untuk mengelola pertambangan dengan perusahaan swasta, apalagi perusahaan multinasional yang terkesan hanya mengeruk kekayaan alam Indonesia. Bagi hasil dari kontrak karya tersebut harus menguntungkan Indonesia selain itu pengawasan yang ketat oleh pengawas yang kredibel dan jauh dari korupsi.

Bagi hasil dengan keuntungan yang lebih sedikit dapat menyurutkan investasi luar negeri dibidang pertambangan, namun itu lebih baik dari pada mengobral kekayaan alam Indonesia atau hanya menguntungkan perusahaan multinasional.

Pilihan untuk Indonesia yang terbaik dalam mengeksplorasi kekayaan alam (khususnya tambang) adalah diserahkannya eksplorasi kepada perusahaan dalam negeri dengan teknologi dan tenaga ahli dari Indonesia.

3 Balasan ke Soal Gas Natuna : Wapres Bak Ksatria Bangsa

  1. InfoGue mengatakan:

    Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Nantikan segera plugin/ widget kirim artikel vote ter-integrasi untuk Blogspot dan WordPress dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/masalah_politik/kepemimpinan_soeharto_dan_reformasi_yang_gagal/

    @ InfoGue :
    Terimakasih atas infonya, salam bloger (Andi Gunawan)

  2. rizal mengatakan:

    keputusan wapres memang masuk diakal, jika kita tidak mendapatkan hasil bagi yang memadai itu sama saja perampokkan secara baik-baik.bagaimanapun juga kita mesti menikmati hasil kekayaan yang kita miliki.pesan saya kepada pejabat yang terkait,perjuangkan terus tentang bagi hasil yang akan kita peroleh.

  3. Andi Gunawan mengatakan:

    Bagi hasil atas tambang harus menguntungkan dan mensejahterakan raktyat Indonesia, siapapun warga Indonesia tidak boleh mengeruk kekayaan alam secara serampangan dan tidak menguntungkan, karena tanah air Indonesia ini merupakan titipan anak cucu kita dan amanah dari Tuhan dan apa-apa yang telah diamanahkan harus dipertanggung jawabkan dihadapan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: