Ujian Nasional dan Persaingan Global

 

Ujian Nasional (UN) yang banyak dipermasalahkan oleh banyak kalangan sejatinya mempunyai pengaruh positip terhadap daya saing manusia Indonesia dalam persaingan global yang sangat kompetitif.

UN yang menjadi program pemerintah harus dipandang sebagai sebuah proses yang panjang bukan sekedar progam instant ketika ujian tersebut berlangsung. Ini artinya bahwa ujian nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas peserta didik sehingga tidak kalah dari peserta didik negera yang telah maju, secara merata diseluruh Indonesia. Proses yang dimaksud adalah dimulai sejak peserta didik mengawali pembelajarannya di sekolah sampai kelulusannya.

Dengan adanya UN peserta didik sudah diarahkan menjadi manusia yang siap berkompetisi, siap menerima kemenangan (keberhasilan) dan siap pula menerima kekalahan (kegagalan). Oleh karena itu sejak awal pembelajaran peserta didik sudah diarahkan agar mempunyai program dalam menghadapi UN, peserta didik dibimbing tidak hanya sekedar menghapal tapi melalui pemahaman atas pelajaran yang diberikan. Dalam hal ini peran guru sangat penting.

Guru yang peduli akan sibuk mempersiapkan segala sesuatunya demi kualitas pendidikan sejak awal, bahkan adanya UN dianggap sekedar program biasa karena yang paling penting bagi guru yang peduli tersebut adalah kualitas peserta didik tercapai secara optimal bahkan maksimal. Dengan demikian peserta didik terstimulus melalui bimbingan yang berkelanjutan sehingga peserta didik dapat menggali potensi dirinya untuk menjadi yang terbaik

Seorang guru memang sudah seharusnya memahami UN sekedar jembatan untuk menuju kompetisi berikutnya, sedangkan ujian sesungguhnya ketika peserta didik mengarungi kehidupan nyata yang penuh dengan persaingan, untuk itu bekal ilmu (melalui pemahaman) lebih penting dari sekedar kelulusan yang ditentukan dalam ujian nasional

Guru yang kurang peduli terhadap peserta didik akan menyebabkan peserta didik gagal dalam UN dan kalaupun berhasil, keberhasilannya hanya kebetulan saja, tidak didasarkan atas pemahaman dan penguasaan ilmu yang telah diberikan. Ini sangat merugikan peserta didik dimasa depan.

Peran sekolah secara institusi, orang tua, masyarakat serta pemerintah daerah juga tidak kalah pentingnya, tidak hanya dalam menghadapi UN tapi dalam membangun system pendidikan yang berkualitas.

Tekad pemerintah untuk mempertahankan bahkan menambah mata pelajaran pada UN harus kita sikapi dengan jiwa besar, dan bukan dengan sikap cengeng atau jiwa kerdil.

Meningkatnya kualitas pendidikan di Indonesia dapat meperkuat daya tahan bangsa terhadap berbagai ancaman dan hambatan atas keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara serta mampu menahan arus globalisasi yang merugikan Indonesia. Ketidak-siapan bangsa Indonesia dalam menghadapi globalisasi akan menjadi sasaran empuk arus globalisasi yang menyebabkan ketidak-berhasilan dalam persaingan global, efek berikutnya adalah Indonesia menjadi bangsa yang bodoh dan terbelakang, menjadi bangsa kuli di negaranya sendiri.

Akhirnya, sikapi UN dengan jiwa besar, majulah pendidikan Indonesia, Ayo Bangkit Pendidikan Indonesia …!!!

3 Balasan ke Ujian Nasional dan Persaingan Global

  1. lintar mengatakan:

    UN hanya sebuah alat untuk memperkaya para petinggi besar pendidikan di indonesia. karena dana yang di butuh dalam UN cukup besar maka dana ini akan dapat disalah gunakan oleh para pejabat pendidikan di negara ini.
    UN bukan akhir dari pendidikan karena pendidikan tidak membutuhkan hasil akhir tapi prosesnya.
    di negara-negara maju tidak ada UN yang diselenggarakan negara tapi pihak indipenden maka tidak berpengaruh pada kelulusan dan sebenarnya negara tidak berhak meluluskan atau tidak yang berhak hanya pihak sekolah

  2. Andi Gunawan mengatakan:

    @ Lintar, salam kenal …
    Mental pemerintah dalam mengelola atau menggunakan uang negara memang harus diperbaiki, sehingga tidak ada penyalah-gunaan dana dan supaya tidak ada celah untuk korupsi, termasuk dalam penyelenggaraan UN.

    UN hanya sebagai sarana bukan tujuan, anda benar bahwa pendidikan adalah proses.
    Karena UN bukan tujuan maka sekolah yang berorientasi kulaitas akan memandang UN sekedar program yang harus dilalui, karena yang paling penting adalah kualitas peseerta didik.

    Bagi pemerintah sendiri, adanya UN bertujuan memaksa secara halus terhadap sekolah-sekolah yang kurang mempedulikan kualitas. Selain itu untuk mengevaluasi keberhasilan sistem pendidikan Indonesia, bila perlu soal-soal yang diujikan terus di upgrade untuk menambah kualitas lulusan sekolaj secara merata.

    Bila sekolah-sekolah secara umum telah menunjukan kedewasaannya dalam mendidik artinya berorintasi pada kualitas dan senang berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, saya pikir UN sudah tidak diperlukan lagi.

  3. […] Dalam menyikapi Ujian Nasional (UN) sebagian besar bangsa Indonesia terlihat emosional, suatu sikap yang biasa dilakukan bangsa ini bila menghadapi sesuatu yang dianggap merugikan. Seharusnya sikap yang diambil adalah sikap rasional dan realistis, kita harus berpandangan bahwa UN mempunyai manfaat yang banyak dimasa depan dalam menghadapi kompetisi bangsa-bangsa dalam persaingan global (baca juga artikel saya Ujian Nasional dan Persaingan Global ). […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: