Perintah Allah (Bagian I)

 

Al-Qur’an adalah Kitab Suci umat Islam, isinya perintah-perintah Allah yang harus dilaksanakan ketika manusia hidup di dunia dimanapun manusia berada sesuai contoh Nabi Muhammad SAW.

Perintah Allah dalam Al-Qur’an lebih dari 6000 ayat dalam 114 Surat dan 30 Juz. Perintah Allah ada yang tersa berat ada yang terasa ringan namun semua itu adalah amanah dari Allah yang tidak boleh tidak harus tercermin dalam sikap dan perbuatan umat Islam sehari-hari.

Amanah dari Allah wajib dilaksanakan apapun konsekwensi yang harus dihadapi, karena menunjukkan status sebagai hamba Allah dan status sebagai umat Muhammad SAW. Status ini harus dipertahankan sebagai wujud keimanan dan ketakwaan umat Islam, bila tidak maka manusia akan menjadi liar.

Seruan agar amanah Allah disampaikan terdapat dalam Al-Qur’an Surat (QS) : 5 (Al-Maidah) ayat 67 : “Hai Rosul sampaikanlah apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu berarti) berarti kamu tidak menyampaikan amanah Allah. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir”.

Seruan atau perintah itu tidak hanya untuk nabi dan rosul saja tapi kepada seluruh manusia khususnya umat Islam. Mengapa demikian ?? Tentu kita ingat bahwa kita harus mencontoh rosul, sedengakan rosul melaksanakan perintah-Nya, jadi perintah itu termasuk kepada umat Islam hingga hari ini. Sedangkan secara umum bahwa Al-Qur’an tidak untuk bangsa Arab atau umat Islam saja tapi untuk seluruh umat manusia. Seruan dalam Al-Qur’an bersifat universal oleh karen itu Al-Qur’an adalah rahmat seluruh alam.

Siapa saja yang tidak menyampaikan dan melaksanakan ayat-ayat Allah berarti telah melanggar aturan Allah. Allah akan benci terhadap siapa saja yang ingkar dan tidak mempedulikan ayat-ayat-Nya padahal mereka tahu akan kebenaran Al-Qur’an. Maka, amat besar kebencian disisi Allah apa yang kamu katakan tidak kamu perbuat.

Akibat akumulasi dari pelanggaran manusia, maka Allah akan melempar manusia ke dalam neraka baik di akhirat maupun ketika manusia di dunia. Bentuk neraka dunia tentu bisa kita saksikan hari ini yaitu tidak tertatanya kehidupan manusia, hidup manusia serba sulit, kemiskinan tidak kunjung hilang, kriminalitas dan kemaksiatan merajelela, yang kuat menindas yang lemah, serta berbagai bencana alam yang terus mendera manusia.

Bagi mansusia yang bijak kondisi di atas adalah peringatan agar manusia kembali kepada aturan-aturan Allah, sehingga bencana yang lebih besar tidak terjadi dan penyesalan tidak terbawa sampai akhirat.

Bersambung …

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: