Membangun Surga Bernama Indonesia

Surga adalah kehidupan yang nyaman dan menyenangkan yang dapat dirasakan baik dari segi fisik maupun psikis. Surga harus diciptakan dan pada hakekatnya surga adalah taman atau kebun. Jadi menciptakan atau membangun surga ternyata tidak sulit, karena surga adalah taman atau kebun yang tertata. Oleh karena itu untuk membangun suatu negara adalah seperti membangun taman atau kebun, yaitu dengan menata kehidupan dan lingkungan yang kita tempati.

Membangun surga bernama Indonesia, tentu surga yang membumi bukan surga di akhirat setelah kehidupan, surga yang membumi segala sesuatunya pasti sesuai tuntunan illahi Sang Maha Pencipta diperuntukan bagi siapapun manusianya.

Mari kita membangun surga dengan menata kehidupan dan lingkungan :

Yang pertama, kita harus menggiatkan menanam berbagai jenis pohon, tiada hari tanpa menanam, yang dapat dilakukan oleh setiap orang secara bergantian atau menjadikan pengaggur sebagai tenaga trampil pada bidang ini, dan jangan lupa memelihara agar subur dan menjaga dari segala hama. Pohon ditanam di lahan-lahan kritis, di daerah hutan yang telah gundul, di tebing dan bukit yang rawan terjadi longsor serta lahan-lahan kosong yang layak untuk ditanami seperti sepanjang jalan tol. Pohon yang ditanam sangat banyak manfaatnya, udara menjadi sejuk, banjir dan longsor bisa dicegah, menjadi tempat yang nyaman bagi berbagai macam hewan seperti berbagai jenis burung, serangga serta organisma hidup lainnya. Keseriusan menanam pohon dan memeliharanya secara masif diseluruh Indonesia akan menghasilkan manfaat secara ekonomi, misalnya yang ditanam pohon buah maka buahnya bisa dijual, atau dipelihara lebah untuk diambil madunya. Pohon yang ditanam pada hutan tanam industri, kayunya bisa dimanfaatkan oleh berbagai industri seperti industri kertas dan furniture.

Yang kedua, membangun sistem pertanian terpadu yaitu membangun sebuah siklus simbiosis mutualisma pada sektor pertanian, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Secara sederhana siklus ini bisa digambarkan sebagai berikut : hasil pertanian seperti jagung, dedak dan hijauan dari tanaman dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak atau ikan, idealnya seluruh hasil pertanian tidak ada yang terbuang semua dimanfaatkan baik untuk manusia, ternak maupun dijadikan kompos. Bidang pertanian harus dijalankan secara profesional menjadi sebuah industri pertanian, tenaga tani yang dibutuhkan pun menjadi tidak terlalu banyak sehingga dapat mensejahterakan petani.

Dari peternakan, kotoran hewan bisa dimanfaatkan untuk pupuk yang dapat menjaga kesuburan tanah sehingga tanaman selalu subur. Semakin banyak populasi ternak maka kotoran pun semakin banyak dan tanah yang digemburkan pun semakin luas. Selain itu ketergantungan akan pupuk kimia dapat dikurangi. Oleh karena itu sudah saatnya pemerintah mengambil kebijakan untuk membangun industri peternakan, khususnya peternakan sapi baik sapi perah maupun pedaging dan kambing. Manfaat dari peternakan sapi bagi rakyat Indonesia tentu sangat banyak susunya dikonsumsi untuk mencerdaskan, dagingnya bisa dikonsumsi tanpa perlu impor, harga pun terjangkau, rakyat sehat karena protein hewani terpenuhi. Industri turunan dari peternakan pun bisa dibangun seperti industri pengolahan susu, yoghurt, daging kaleng dan sebagainya. Industri ini akan menyerap tenaga kerja yang banyak, termasuk dari bekas buruh tani yang tersingkir akaibat industri pertanian. Bila kebutuhan dalam negeri terpenuhi baik susu maupun daging bisa diekspor, ini dapat meningkatkan devisa negara.

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: