Sholat yang Sesungguhnya

Oleh : Andi Gunawan

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya dzikir kepada Allah (sholat) adalah lebih baik (dari ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Pengertian sholat secara umum adalah pekerjaan yang dimulai dari takbir pertama hingga salam pada waktu yang telah ditentukan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhamad SAW.

Namun ada tiga makna sholat yang harus dipahami oleh umat Islam, yang pertama, asholatu du’a (sholat itu adalah do’a), yang kedua ina sholata tanha anil fasha wal mungkar (sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar) dan yang ketiga adalah asholatu imaduddin (Sholat itu menegakkan Din).

Sholat sebagai doa bermakna bahwa bacaan dalam sholat yang kita kerjakan banyak mengandung doa. Doa merupakan pernyataan sikap seorang muslim dihadapan Allah atas komitmen untuk beribadah kepada-Nya dan komitmen untuk berbuat baik dan benar terhadap sesama manusia maupun alam ini.

Komitmen tersebut di atas harus dibuktikan dengan tindakan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Doa atau pernyataan sikap yang pertama adalah takbir yaitu Allahu Akbar artinya Allah Maha Besar bermakna tidak ada yang lebih besar dari Allah bahkan jagat raya sekalipun, kecil dihadapan Allah. Apa wujud manusia membesarkan Allah? Wujudnya adalah melaksanakan setiap aturan atau perintah Allah dalam Al-Qur’an, maka manusia yang tidak mau melaksanakan aturan-Nya sama dengan mengecilkan (peran) Allah dalam kehidupan. Contoh lainnya adalah ucapan salam, merupakan pernyataan sikap untuk memberikan keselamatan, rahmat dan keberkahan kepada manusia.

Makna yang kedua dari sholat yaitu, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, ini adalah praktek dari sholat sebagai do’a. Maka umat Islam yang mendirikan sholat dengan sungguh-sungguh akan mencegah perbuatan keji dan mungkar baik bagi dirinya maupun orang lain bahkan akan mengajak kepada kebaikan yaitu melaksanakan aturan Allah.

Dengan dilaksanakannya aturan Allah manusia akan terbebas dari belenggu hawa napsunya, karena dipastikan akan mentaati sepenuhnya apa yang diperintahkan dalam aturan itu. Dalam kondisi seperti itu maka kebatilan akan tereliminasi diganti dengan kebaikan yang pada gilirannya nanti manusia akan diliputi oleh kebahagian dan kesejahteraan dimanapun mereka berada.

Yang ketiga, bahwa sholat mampu menegakkan Din, bermakna mampu menegakkan system Allah yaitu Rububiyah (aturan Allah), Mulkiyah (wilayah yang diatur oleh Aturan Allah) dan Uluhiyah (hamba yang mengabdikan diri menegakkan aturan Allah). Din Islam adalah system yang ideal untuk manusia maka proses untuk kembali pada system Allah itu (sebagaimana rosulullah dahulu) dapat dinamakan sholat.

Pemahaman yang benar atas tiga makna sholat di atas, akan melahirkan sikap dan perbuatan yang nilainya lebih besar dari ibadah yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: