Membangun Kedaulatan Pangan

Maret 31, 2008

Tanggung jawab sosial perusahaan telah di tunjukkan oleh 5 BUMN dalam rangka mengatasi kebutuhan pangan di Indonesia khususnya kedelai. Meningkatnya harga kedelai menyebabkan banyak usaha kecil dan menengah yang berbahan baku kedelai seperti perajin tempe dan tahu banyak yang mati suri bahkan gulung tikar. Para perajin menjadi terbebani dengan biaya bahan baku tersebut bila dipaksakan berproduksi harus menaikan harga tempe atau tahu sedangkan daya beli masyarakat menurun.

Harga kebutuhan pangan dunia kini tak menentu, banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan tersebut, diantaranya secara umum meningkatnya permintaan akan pangan tidak diimbangi dengan produksi untuk menutup permintaan tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Resep Membangun Indonesia (2)

Maret 31, 2008

 

Yang ketiga adalah menciptakan pemerintahan yang kuat terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, punya keinginan kuat membangun bangsanya tanpa pamrih dan berjiwa pahlawan (bukan berarti ingin disebut pahlawan), pemerintahan yang dapat dijadikan contoh bagi rakyatnya, selalu bekerja keras dan melaksanakan amanah dengan baik. Inilah pemerintahan yang dicintai rakyat, mereka akan mendukung sepenuhnya ide, gagasan atau program demi terlaksananya pembangunan, dan bukan pemerintahan yang dibenci rakyat yang indikasinya adalah didemo atau diprotes .

Yang keempat mampu melakukan efesiensi dan efektifitas dalam segala bidang, efesiensi adalah melaksanakan setiap pekerjaan atau pembangunan tidak membuang-buang waktu dan biaya ini artinya tidak ada pemborosan yang dapat menimbulkan ekonomi biaya tinggi, efektifitas adalah dalam melaksanakan pekerjaan atau pembangunan harus tepat guna dan tepat sasaran ini artinya mampu menerapkan tekonologi yang tepat dengan kondisi bangsa dan sasaranya adalah kesejahteraan rakyat. Pada poin ini pun harus diterapkan prinsip ekonomi yang berkeadilan yaitu dengan modal sekecil-kecilnya dengan mendapatkan manfaat atau keuntungan yang sebesar-besarnya demi kemaslahatan bangsa, yang dilaksanakan secara cepat, tepat, akurat dan tercatat.

Baca entri selengkapnya »


Resep Membangun Indonesia (1)

Maret 31, 2008

 

Negara Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang atau malah bagian dari negara yang masih underdog. Mengapa demikian? Yang pertama karena Negara Indonesia belum mampu melindungi secara maksimal bangsa dan rakyatnya baik di luar negeri bahkan di dalam negeri sendiri atas keselamatan jiwa dan raganya. Banyak bukti yang mengarah terhadap hal tersebut, berbagai kecelakaan transportasi baik darat, laut maupun udara, banjir dan longsor yang selalu menjadi langganan masih sulit untuk diatasi, TKI yang bekerja di luar negeri belum telindungi secara maksimal, bahkan warga negara Indonesia yang terhormat sekali pun tidak jarang mendapat perlakuan buruk di negara lain.

Yang kedua adalah Negara Indonesia belum mampu mensejahterkan rakyatnya hal ini bisa dilihat dari Index Pembangunan Manusia yang masih rendah, pemerataan hasil pembangunan yang belum seimbang, sampah yang belum teratasi, kemacetan di perkotaan, desa-desa miskin yang harus segera dibangkitkan potensinya, fasilitas kesehatan yang belum memadai, kualitas pendidikan yang masih jauh dari harapan dan masih banyak lagi.

Baca entri selengkapnya »


Hari Air Sedunia, World Water Day

Maret 21, 2008

Oleh Andi Gunawan

Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan tersebut tercetus pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Jeneiro Brasil. Pada tahun 2008, dijadikan Tahun Sanitasi Internasional, sesuai dengan tema World Water Day yaitu sanitasi.

Setiap tahunnya pada Hari Air Sedunia terdapat tema khusus agar menjadi perhatian bagi warga dunia tentang betapa pentingnya air sebagai sumber kehidupan, Tema-tema tersebut antara lain Air untuk Abad ke-21 untuk tahun 2000, Air untuk Kesehatan (2001), Air untuk Pembangunan (2002), Air untuk Mssa Depan (2003), Air dan Bencana (2004), Air untuk Hidup (2005), Air untuk Budaya (2006), dan tahun 2007 berbicara tentang Kelangkaan Air.

Baca entri selengkapnya »


Orde Reformasi dan Orde/Era Pencerahan Indonesia

Maret 20, 2008

Oleh Andi Gunawan

Orde Reformasi telah berjalan 10 tahun, namun belum juga menunjukan tanda-tanda keberhasilan bagi kemajuan bangsa dan negara bahkan landasan bagi kemajuan pada masa yang akan datang pun masih belum terlihat. Mengapa demikian???

Orde Reformasi tidak lebih baik dari Orde Baru atau Orde Lama, indikator ketidak-berhasilan Orde Reformasi bisa kita amati dari harga kebutuhan pokok mahal, daya beli masyarakt menurun, antri kebutuhan pokok, masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kriminalitas, lemahnya pertahanan dan keamanan yang ditandai dengan tidak memadainya alutista TNI dan sebaginya.

Di bidang politik pun masih terasa berjalan di tempat, wakil rakyat tidak lagi mewakili konstituennya tapi sekedar mewakli partainya, sehingga memunculkan anekdot bagi wakil rakyat ‘dari partai untuk partai’. Anekdot ini jika kita amati menjadi benar adanya.

Baca entri selengkapnya »


Transmigrasi dan Solusi Penataan Lingkungan

Maret 19, 2008

Oleh Andi Gunawan


Transmigrasi sudah seharusnya menjadi bagian dari program penataan lingkungan dan tata ruang nasional serta program pembangunan yang berkelanjutan, baik pembangunan dalam arti fisik berupa sarana dan prasarana maupun pembangunan manusia
Indonesia seutuhnya.

Pada program penataan lingkungan dan desain tata ruang nasional, program transmigrasi menjadi sangat relevan dan penting serta bisa dijadikan salah satu solusi mengatasi masalah lingkungan.

Berbagai masalah lingkungan bisa ditimbulkan akibat kepadatan penduduk yang belebihan, ditambah dengan kurang akuratnya rencana tata ruang kota atau daerah dan tidak terintegrasinya rencana tata ruang antar kota atau daerah, padahal masih satu provinsi atau negara.

Baca entri selengkapnya »


Teori Organisma : Membangun Indonesia Jaya (bagian 2)

Maret 17, 2008

Oleh Andi Gunawan

Salah satu aplikasi dari ajaran Ilahi, manajemen ilahi, dikaitkan Negara sebagai organisma, adalah bahwa mahluk hidup, misalnya seorang manusia diibaratkan sebagai sebuah Negara. Manusia terdiri dari kepala, badan dan anggota badan, tulang-tulang rangka dan daging sebagai pembungkus tulang. Pada bagian kepala terdiri dari otak (untuk berpkir) dan panca indra, isi badan terdiri dari paru-paru, jantung, hati, empedu, lambung, usus dan sebagainya, yang memiliki berbagai macam fungsi. Kemudian manusiapun dapat berinteraksi dengan manusia lain.

Hal yang paling menarik dari semua itu adalah bahwa manusia tersusun dari jutaan sel, yang dapat berkembang biak dengan cara membelah diri. Sel dalam sebuah Negara bisa dibaratkan kumpulan manusia terkecil yang dapat berkembang dan memiliki otoritas. Di Indonesia kumpulan terkecil manusia adalah tingkat RT (Rukun Ttangga), RW (Rukun Warga) dan Desa, yang di dalamnya terdiri dari keluarga dan individu. Maka dengan teori organisma ini di Indonesia ujung tombak kemajuan negera seharusnya dimulai dari tingkatan yang terkecil jumlah penduduknya.

Banyak ahli yang bijak menempatkan desa sebagai indicator kemajuan Negara khususnya di Indonesia, bila desa maju dan kuat dipastikan akan kuat pulalah Negara. Hal tersebut selaras dengan teori yang dikemukakan di atas yaitu ujung tombak kemajuan seharusnya dari tingkat RT dan RW yang tersinergi dengan Desa sebagai struktur pemerintahan terkecil. Sebagai ujung tombak tentu harus tajam dan kuat, bila tumpul maka program dari pemerintah yang akan dilaksanakan tidak akan terwujud.

Baca entri selengkapnya »