Pemerintah Harus Memiliki Dukungan yang Nyata dari Rakyat

Pemerintah yang kuat harus memiliki dukungan yang nyata dari rakyat bukan hanya sekedar dukungan politis pada saat pemilu atau pilpres. Dukungan pada saat pemilu masih berupa dukungan basi-basi, karena sesungguhnya rakyat hanya tenggelam dalam suasana euphoria sesaat pada saat kampanye atau hanya sekedar memilih  pada saat hari pencoblosan. Hal yang lebih parah dari semua itu adalah rakyat bersikap apatis terhadap pemilu (baca calon para pemangku jabatan politis) dengan tidak ikut serta dalam pesta demokrasi alias golput, walaupun ini dibenarkan oleh Undang-Undang. 

Dukungan politis pada saat pemilu atau pilpres tidak dibuktikan dengan dukungan secara nyata oleh rakyat setelah pemilu,  hal ini bisa kita amati dari banyaknya aturan dan norma yang dilanggar yang sesungguhnya sangat merugikan rakyat maupun Negara dimana rakyat hidup dan berkembang.  Sikap semaunya sendiri, tidak bedisiplin, malas bekerja, dan masa bodoh terhadap perkembangan Negara merupakan bukti-bukti tidak adanya dukungan rakyat terhadap pemerintahnya. Dengan adanya sikap yang  merugikan itu, pemerintah sudah seharusnya membangun citra pemerintahan yang baik dari tingkat presiden sampai tingkat desa atau kelurahan bahkan tingkat RT/RW.

Untuk menstimulus rakyat agar pemerintah mendapat dukungan nyata harus melalui pendekatan yang berkahlakul karimah dan memberikan teladan yang baik kepada rakyat. Dengan memberikan stimulus yang membangkitkan semangat membangun maka perintah sesuai aturan yang berlaku dari pemerintah akan mudah dilaksanakan yang pada gilirannya kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin baik. 

Dukungan nyata dari masyarakat menengah ke atas pun sangat diperlukan, baik berupa tenaga maupun dana melalui kerjasama yang terencana dalam membangun Negara, jadi tidak sekedar mimpi atau hanya coretan di atas kertas saja. 

Masyarakat menengah ke atas atau orang kaya bisa meberikan dukungan nyata berupa dana yang dapat diserhakan langsung kepada Negara (pemerintah) atau melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).  

Mengenai bantuan yang diserhakan langsung kepad pemerintah, tentu saja pemerintah harus membuat posting baru di APBN yaitu posting bantuan masyarakat. Mengapa ini harus diadakan?. Karena kondisi sampai saat ini pemerintah masih terjerat hutang dalam membiayai pembangunan, jika terus menerus membangun dengan cara berhutang tentu harga diri bangsa menjadi turun, selain itu dapat menghindari Negara dari kebangkrutan. 

Dukungan nyata dari masyarakat menengah ke atas mempunyai arti penting dalam mempercepat kemajuan bangsa. Kita tentu ingat pada saat krisis moneter, dimana mata uang di beberapa Negara Asia mengalami kejatuhan, termasuk di dalamnya Indonesia dan Korea Selatan. Rakyat Korea mempunyai pembelaan kepada Negaranya sangat tinggi ini bisa dibuktikan dengan sumbangan 17 ton emas untuk mengatasi krisis moneter, sedangkan rakyat Indonesia yang berjumlah 200 juta jiwa hanya dapat mengumpulkan 1 (satu) ton emas lebih untuk mengatasi krisis, suatu bukti betapa lemahnya dukungan atau pembelaan rakyat kepada pemerintah atau Negara. Seandainya saja orang kaya Indonesia misalnya berjumlah 20.000 orang menyumbang 1 gram maka akan terkumpul sebesar 20.000 gram atau 20 ton,  tiga ton lebih besar dari Korea Selatan.  

Untuk meningkatkan kesadaran dalam membela Negara, dapat diupayakan melalui pembentukan komponen cadangan, karena melalui pelatihan dalam komponen cadangan dapat menstimulus pembelaan Negara dalam bidang ekonomi tidak hanya sekedar bela Negara secara militer saja. Jadi tidak ada salahnya DPR mensahkan RUU tentang Komponen Cadangan dengan segera. 

Dari semua hal di atas yang paling penting adalah membangun citra pemerintahan yang baik sehingga rakyat menaruh kepercayaan yang tinggi kepada pemerintahnya, pada gilirannya pemerintah mendapat dukungan nyata dari rakyat, dan kehidupan berbangsa dan bernegara semakin baik. Jadi Ayo Bangkit Indonesia …!!! 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: