Mempersatukan Indonesia dengan Ajaran Illahi

Oleh Andi Gunawan

Mempersatukan sebuah bangsa yang terdiri dari beragam suku, budaya, etnis, agama dan bahasa bukanlah perkara mudah, termasuk mempersatukan bangsa Indonesia dalam satu wadah yaitu Negara Indonesia.

Mempersatukan bangsa Indonesia harus dimulai dengan menyatukan cara pandang dan berfikir sehingga akan melahirkan sikap dan perbuatan yang selalu mengarah pada persatuan dan kesatuan daripada perpecahan.

Cara pandang hidup bangsa sebenarnya sudah dimiliki oleh Indonesia, yaitu Pancasila namun sayang masih banyak yang mempertentangkannya, bahkan berdasarkan hasil survey dibeberapa perguruan tinggi negeri ternama, Pancasila tidak mendapat tempat sebagai way of life bangsa, Pancasila bisa diterima berdasarkan hasil survey tersebut masih dibawah 10%, sedangkan persentase yang paling banyak adalah sistem syariah.

Kondisi di atas tentu menjadi cermin bahwa pemahaman Pancasila dikalangan mahasiswa masih minim, ini pun menjadi cerminan bahwa Pancasila di masyarakat umum belum dipahami sepenuhnya hanya sekedar kata-kata tanpa makna. Masyarakat menjadi aptis bahkan apriori terhadap Pancasila, karena pada orde sebelumnya Pancasila dimaknai sebagai cara mengukuhkan sebuah kekuasaan, belum diterima secara sukarela.

Padahal Pancasila yang digali dari budaya leluhur sesungguhnya diserap dari Ajaran Illahi, jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menerima Pancasila sebagai ideologi negara.

Pada Sila, Ketuhanan Yang Maha Esa, dari sudut pandang penulis sebagai umat Islam, sila ini tidak bertentangan dengan Islam, sebab dalam aqidah Islam pun, bahwa umat Islam harus meng-esa-kan Tuhan, tidak ada Tuhan selain Tuhan (Allah).

Pada Sila, Kemanusian yang adil dan beradab, bahwa manusia sebagai mahluk yang sempurna harus bersikap adil, mengutamakan hak asasi manusia yang sejalan dengan Ajaran Illahi, maka manusia tersebut adalah manusia yang beradab dan berhak membangun peradaban.

Pada Sila, Persatuan Indonesia, bahwa manusia Indonesia yang beradab dan berke-Tuhan-an mempunyai cita-cita untuk bersatu dalam satu wadah Negara Indonesia. Ini pun hal yang tidak bertentangan dengan Islam, karena Islam menghendaki umat manusia bersatu sebagai umat yang satu, maka hal ini bisa dimulakan dari persatuan Indonesia.

Pada Sila, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, bahwa sila ini pun tidak bertentangan dengan Islam, karena dalam Islam musyawarah atau syuro diantara manusia sangat penting untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada sehingga tidak ada yang dirugikan.

Pada Sila, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, keadilan social sungguh menjadi dambaan manusia, karena sifat manusia tidak ingin ada diskriminasi, semua sama dihadapan hukum dan semua sama dalam hal mendaptkan kesejehteraan. Bahwa manusia sederajat adalah Ajaran Illahi, bahwa semua manusia sama dihadapan Tuhan.

Demikianlah bahwa Pancasila diserap dari Ajaran Illahi, dan tentu tidak ada alasan untuk mempertentangkannya. Ajaran Illahi memang untuk semua, ajaran bagi seluruh rakyat Indonesia dan ajaran bagi seluruh bangsa di dunia. Ajaran Illahi mempunyai bahasa universal untuk mempersatukan umat manusia di dunia.

4 Balasan ke Mempersatukan Indonesia dengan Ajaran Illahi

  1. maxbreaker mengatakan:

    Pancasila sekarang cuma jadi semboyan saja…
    Indonesia semakin bobrok saja…
    Solusinya tegakkan Syariah di negeri ini!

  2. Andi Gunawan mengatakan:

    Nama Pancasila bisa jadi pada dua orde sebelumnya telah menjadi momok menakutkan, tafsir Pancasila hanya dukuasai pemerintah secara sepihak, segala sesuatu yang bertentangan dengan Pancasila (tafsir pemerintah) dikebiri, disikat dan dihabisi. Hal yang menakutkan itu telah menjadi trauma sejarah bagi warga hngga sekarang,

    Padahal dari sila-sila yang ada, yang menurut saya tidak bertentangan dengan ajaran Illahi, belum diwujudkan secara baik, contah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. hari ini rakyat masih mencari keadlian disegala bidang.

    Namun pada orde reformasi, hal menakutkan terhadap Pancasila seperti di atas tidak berlaku, Pemerintah pun tidak memaksakan kehendak agar pancasila menjadi asas bagi sebuah organisasi atau partai, ini terbukti dengan adanya partai atau organisasi berdasarkan agama, misalnya partai berasaskan Islam.

    Syariah Islam sesungguhnya telah pula mewarnai kehidupan bernegara di Indonesia, ini bisa dilihat dari adanya bank syariah, asuransi syariah, beramal sholeh sesuai syariah dan sebagainya.

    Adapun di kemudian hari Syariah Islam diterapkan secara keseluruhan, pasti itu sudah melalui tahap dimana umat Islam telah menampilkan diri sebagai umat yang ramah, beretos kerja tinggi, menjadi teladan bagi siapapun dan melalui proses demokrasi.

    Hal yang paling penting dalam berbangsa dan bernegara adalah mewujudkan rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

  3. assalaam mengatakan:

    Hiduplah…Indonesia Raya…!!!

  4. arif avianto mengatakan:

    gombal !

    pengalamanku :
    PANCASILA tidak pernah membuat BANGGA HATI …
    karena memang PANCASILA cuma bikin BANGGA_KEKUASAAN.
    ya …
    dengan PANCASILA aku bisa BERKUASA walau HATI-ke teraniaya karena sesak dengan manipulasi-manipulasi yagn setiap hari harus berbohong kreatif untuk menutupi kebohongan sebelumnya … ya mesin pemBOHONGku itu bernama PANCASILA

    pengalamanku yang lain:
    PANCASILA tidak pernah membuat KAYA-HATI …
    karena memang PANCASILA hanya mesin cetak UANG (KEKAYAAN DUNIA).
    coba …
    kalau setiap proyek yang ku-buat mengatasnamakan sila-sila dari PANCASILA … tak mungkn ada pejabat daerah yang berani menolak.

    hahahaha …
    percuma othak-athik-gathuk ….

    PANCASILA dan ISLAM udah pasti berseberangan OM

    kalau mau ISLAM yaaa model FPI getooo … ISLAM KAFFAH
    kalau mau PANCASILA yaaa model AKU ajah … model BENTO !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: