Membangun Kedaulatan Pangan

Tanggung jawab sosial perusahaan telah di tunjukkan oleh 5 BUMN dalam rangka mengatasi kebutuhan pangan di Indonesia khususnya kedelai. Meningkatnya harga kedelai menyebabkan banyak usaha kecil dan menengah yang berbahan baku kedelai seperti perajin tempe dan tahu banyak yang mati suri bahkan gulung tikar. Para perajin menjadi terbebani dengan biaya bahan baku tersebut bila dipaksakan berproduksi harus menaikan harga tempe atau tahu sedangkan daya beli masyarakat menurun.

Harga kebutuhan pangan dunia kini tak menentu, banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan tersebut, diantaranya secara umum meningkatnya permintaan akan pangan tidak diimbangi dengan produksi untuk menutup permintaan tersebut.

Namun, ada hal yang patut diwaspadai bahwa kenaikan harga ini pun dapat dipicu oleh krisis ekonomi di Amerika Serikat (subprime mortgage), naiknya harga minyak dunia hingga mencapai 111 Dollars AS per barell serta keberadaan dana investasi sebesar 516 triliun dollar AS yang dapat mepengaruhi perekonomian dunia. Sebagai perbandingan PDB AS sebesar 13 triliun dollar AS, PDB Indonesia 2007 besarnya adalah Rp 3.957,4 triliun,

Penyalahgunaan dana investasi dunia dapat menyebabkan rusaknya perekonomian, harga-harga komoditas yang vital bagi manusia dapat diatur sekehendak pemegang dana, termasuk harga kedelai, kebutuhan pokok tersebut dibeli oleh investor bukan untuk menutupi kebutuhannya namun distok dan dijual pada saat menguntungkan investor.

Permainan harga atas komoditas pangan oleh investor besar tersebut sungguh menyesakkan dada bagi usaha kecil dan menengah, dimana komoditas yang dibeli oleh pengusaha kecil ini memang untuk pangan.

Melihat kenyataan di atas maka Indonesia harus segera keluar dari persoalan tidak menentunya harga pangan dunia dengan membangun kedaulatan pangan dan menjaga stabilitas harga pangan.

Membangun kedaulatan pangan harus dimulai dengan memperbaiki ketahanan pangan Indonesia, meningkatkan kualitas produksi pertanian, menjaga stabilitas harga sehingga tidak terpengaruh oleh harga pangan dunia.

Indikator keberhasilan dibangunnya kedaulatan pangan akan tercermin dari meningkatnya kesejahteraan rakyat, sedangkan indikator kesejahteraan yang paling nyata tidak lagi terlihat antrian untuk membeli sembako (murah) dan tidak ada lagi usaha kecil dan menengah yang gulung tikar akibat gejolak harga.

Bahan bacaan dari Bisnis Indonesia On Line :

Jumat, 28/03/2008

5 BUMN tanam kedelai di lahan Perhutani

JAKARTA: Perum Perhutani menggandeng empat BUMN lainnya untuk memanfaatkan lahan 4.000 hektare di Jateng dan Jatim untuk ditanami kedelai.

Keempat BUMN yang terlibat dalam program yang akan melibatkan 16.000 petani dan lahan milik Perhutani di provinsi tersebut adalah PT Sang Hyang Sri (Persero), PT Pupuk Kujang, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pertani (Persero).

Pelaksana Tugas Dirut Perum Perhutani Upiek Rosalina menjelaskan ide awal melakukan sinergi antar BUMN itu datang dari Meneg BUMN Sofyan Djalil setelah melihat semakin mahalnya harga kedelai di Tanah Air.

Naskah kerja sama antara BUMN itu ditandatangani di Jakarta, kemarin. Perhutani siapkan lahan, PT Sang Hyang Sri menyediakan bibit, PT Pupuk Kujang dan PT Petrokimia Gresik menyediakan pupuk bersubsidi, sedangkan PT Pertani membeli hasil panen. (Bisnis/et)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: