Menjaga Wilayah Terluar Indonesia

Banyak cara membangkitkan nasionalisme, dengan retorika berpidato yang memukau ala Bung Tomo untuk menggelorakan semangat juang arek-arek Suroboyo mengusir penjajah dari bumi Indonesia, memperjuangkan kontrak karya atas hasil tambang ke tingkat yang paling menguntungkan bagi Indonesia (ala Wapres Yusuf Kalla) padahal yang dihadapi adalah perusahaan multi nasional Amerika Serikat yang didukung oleh pemerintah AS, atau gaya diplomasi Menkes Siti Fadillah Supari dalam memperjuangkan virus sharing bagi pemilik virus di Negara berkembang sehingga bermanfaat bagi Negara yang bersangkutan.

Namun ada satu cara yang unik yang dilakukan warga Indonesia dalam menggugah nasionalisme kita yaitu dengan mengelilingi pulau terluar dari wilayah Indonesia, sebagai wujud dari keinginan warga Indonesia mempertahankan kedaulatan Negara hingga tiap jengkal tanahnya.

Kegiatan menjelajahi pulau terluar Indonesia dilakukan oleh gabungan anggota Wanadri dan Rumah Nusantara dalam memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Tim ini rencananya akan menjelajahi 92 pulau terluar Indonesia, kurang lebih 5 pulau terluar telah dijelajahi yaitu P. Nusa Kambangan (Jateng), P. Deli (Banten), P. Sekel dan P. Panehan dan P. Nusa Burung (Jatim).

Penjelejahan ini seharusnya mengingatkan pemerintah untuk lebih serius dalam mengamankan wilayah laut serta kekayaan alam yang ada didalamnya.

Mengamankan dan mempertahankan pulau terluar wilayah Indonesia serta zona ekonomi eksklusif Indonesia bukanlah perkara mudah mengingat kemampuan kapal perang TNI-AL dalam menjaga wilayah laut sungguh memprihatinkan. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul (Kompas 7 April 2008), dari 140 kapal perang TNI-AL, sepertiganya (46 kapal) berpatroli, sepertiganya siaga dan sepertiganya lagi dalam perawatan. Padahal kapal perang yang dibutuhkan untuk menjaga wilayah laut Indonesia minimal 270 kapal perang dari berbagai jenis.

Keterbatasan kapal perang mengakibatkan wibawa Indonesia sebagai Negara maritime menjadi turun. Terbukti dengan maraknya illegal fishing (pencurian ikan) di wilayah laut Indonesia, ini menjadikan TNI-AL tidak disegani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: