CSR dan PKBM

Desember 3, 2007

CSR atau corporate social responsibility memiliki peranan penting pada saat kondisi bangsa Indonesia mengalami keterpurukan dan keterbelakangan di berbagai bidang. Banyak cara bagi perusahaan-perusahaan atau pengusaha secara pribadi untuk andil dalam membangun bangsa dan negaranya di tengah kekurang-mampuan pemerintah dalam mengelola bangsa dan negaranya.

Tanggung jawab sosial perusahaan harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan atau potensi masyarakat agar lebih mandiri dan punya daya tahan dalam kehidupannya. Bantuan bukan berupa ikan tapi kail untuk mempertahankan hidupnya, artinya bantuan yang diberikan bukan berupa uang untuk konsumsi tapi berupa modal kerja, pendidikan dan pelatihan.

Hal yang akan dibahas dalam artikel ini adalah tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pendidikan harus mendapat perhatian yang lebih bagi siapapun termasuk perusahaan karena pendidikan merupakan investasi kemajuan bangsa di masa mendatang.

Kebutuhan akan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu harus segera dipenuhi, sebab pendidikan mampu mengaktifkan peran masyarakat dalam pembangunan dan ikut menjaga hasil pembangunan. Pendidikan bagi masyarakat kurang mampu biasanya berupa pendidikan non formal yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat, pendidikan kesetaraan tingkat SD, SMP dan SMA serta diklat untuk keahlian tertentu.

Program pemerintah untuk pendidikan non formal untuk saat ini adalah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), yang menjadi program unggulan untuk meningkatkan IPM Indonesia agar lebih baik dari tahun sebelumnya.

Definisi menurut Ditjen Pendidikan Non Formal Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan budaya.

Sedangkan tujuan PKBM adalah memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah. Dalam upaya menyamakan persepsi dan menyelaraskan penyelenggaraan PKBM, dengan ide dasar PKBM sebagai pusat kegiatan pendidikan luar sekolah, PKBM yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kepentingan dan kemampuan masyarakat, maka perlu dikembangkan alat ukur kelayakan penyelenggaraan PKBM.

Di PKBM masyarakat bisa belajar apa saja, diantaranya belajar baca tulis aksara latin, aksara arab atau belajar sesuai dengan kebutuhan serta minat dari peserta didik, pembelajaran untuk memberdayakan masyarakat sesuai lingkungan, misalnya kursus menjahit, komputer, cara mengolah tanah yang baik, cara menanam yang baik, beternak unggas dan sebagainya.

Perusahaan-perusahaan dan pengusaha-pengusaha kaya di seluruh Indonesia harus dengan tulus menerima program CSR demi kemajuan bangsa, walaupun sudah pula membayar pajak. Seandainya kesadaran itu diwujudkan dengan membangun PKBM beserta kelengkapannya sungguh suatu hal yang sangat mulia. Ayo Bangkit Pendidikan Indonesia…!!!

Iklan

PKBM

November 26, 2007

PKBM singkatan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarkat merupakan sarana pembelajaran non formal bagi masyarakat baik mengentaskan buta aksara, buta pengetahuan dasar, maupun dalam rangka meningkatkan potensi warga sesuai bidangnya.

Pengentasan buta aksara hal yang sangat mendesak, karena dengan melek hurup dapat membuka wawasan seseorang tentang dunia yang dihadapinya dan mendapat ilmu pengetahuan yang dapat mengatasi persoalan hidupnya dengan rasional.

Pengentasan buta aksara dan buta pengetahuan dasar akan meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Indonesia, dengan meningkatnya IPM tentu akan meningkatkan harkat martabat bangsa Indonesia.

Jika PKBM berada di desa-desa maka hal yang diajarkan titik beratnya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dengan memberdayakan potensi lokal yang ada di desa tersebut sedangkan PKBM dikota hal yang diajarkan untuk meningkatkan kesejahteraan juga bagaimana mengatasi persoalan yang kompleks di kota, seperti mengatas persoalan lingkungan, sampah, mengatasi banjir dan sebagainya.

Karena pentingnya PKBM, yang langsung bersinggungan dengan masyarakat tentu harus mendapat perhatian serius baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Selain itu peran serta masyarakat diharapkan untuk mendukung program PKBM tersebut, baik dengan dukungan dana maupun berpartisipasi dalam pengajarannya.

Perusahan-perusahan swasta dan BUMN melalui corporate social responsibility-nya tentu dapat membangun PKBM di lingkungan sekitar perusahaannya, bisa dibayangkan ada berapa puluh ribu perusahaan yang ada di Indonesia … sejumlah itu pula PKBM yang akan berdiri, pada gilirannya berjuta-juta warga negara yang bebas dari buta aksara dan pengetahuan dasar, IPM Indonesia meningkat dengan cepat dan Indonesia menjadi contoh keberhasilan IPM-nya. Jadi Ayo Bangkit Indonesia …!!!