Malaysia Bersemangat Pelajari Seni dan Budaya Indonesia

Desember 26, 2007

Malaysia bersemangat mempelajari seni dan budaya Indonesia, hal ini dibuktikan dengan mempelajari kurikulum seni yang ada di SMKN 10 Bandung (Kompas 26/12/2007) sementara bangsa Inonesia tidak acuh terhadap seni dan budayanya sendiri, namun ketika seni dan budaya tersebut akan lestarikan Malaysia dengan cara diakui menjadi miliknya, kontan bangsa Indonesia kebakaran jenggot, inilah sikap nasionalisme hangat-hangat tahi ayam.

Kita memang tidak rela kalau seni dan budaya kita diakui oleh bangsa atau negara lain, karena merupakan warisan dari pendahulu kita yang harus dilestarikan. Dan sudah seharusnya kita lebih tidak rela lagi kalau kebudayaan yang kita miliki justru punah begitu saja tanpa mampu kita lestarikan.

Baca entri selengkapnya »


Angklung dan Reog punya Siapa???

Desember 2, 2007

Angklung Reog

Akhir-akhir ini bangsa Indonesia banyak yang kebakaran jenggot gara-gara ada seni budaya yang diakui dan dipatenkan oleh negara lain, seperti angkung, reog Ponorogo, lagu rasa sayange sehingga mampu membangkitkan nasionalisme yang mengarah pada chauvanisme.

Tindakan Malaysia dengan mengakui dan mematenkan kebudayaan dari negara lain memang sungguh keterlaluan dan tidak bisa dibenarkan menurut hukum, namun tanpa disadari bahwa bangsa Indonesia mulai mencintai kebudayaanya. Pemerintah melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dibantu pemerintah daerah mulai menginventarisir kekayaan seni dan budaya yang ada di daerahnya untuk kemudian didaftarkan di Departemen Hukum dan HAM setelah itu baru dipatenkan, sehingga kekayaan seni dan budaya Indonesia terlindungi secara hukum.

Baca entri selengkapnya »