Kebangkitan Nasional Indonesia dan Sikap Bangsa

Mei 21, 2008

Oleh Andi Gunawan

Optimis akan bangkitnya Indonesia dari berbagai keterpurukan harus didasarkan pada langkah strategis, teknis dan operasional yang jelas, bukan sekadar angan-angan tanpa kerja keras dan karya nyata atau bermimpi disiang bolong.

Optimis, harapan, semangat dan keyakinan akan sebuah kebangkitan adalah keharusan yang tidak bisa di tawar bagi setiap elemen bangsa sedangkan perasaan miskin, minder dan bodoh harus dibuang jauh-jauh dari benak kita.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Kebangkitan Nasional dan Euphoria Perayaannya

Mei 16, 2008

Oleh Andi Gunawan

Kebangkitan Nasional ke dua harus menjadi titik balik keterpurukan menuju kemajuan bangsa dan Negara di berbagai bidang kehidupan. Saya khawatir kebangkitan nasional ke 100 hanya berhenti pada euphoria perayaannya dan tidak dikmanai dengan kebangkitan yang sesunggunya pada kehidupan nyata.

Euphoria sebuah perayaannya selalu ditandai dengan pembentukan panitia, sambutan petatah petitih dari tokoh masyarakat atau nasional, gegap gempitanya respon hadirin karena terbakar semangatnya, doa bersama, setelah itu bubar. Dengan berakhirnya acara maka berakhir pula semangat menggebu dari seluruh yang hadir. Kita menjadi lupa terhadap point penting (isi dari acara) yang harus dimplementasikan.

Baca entri selengkapnya »


Fenomena Ujian Nasional

Mei 14, 2008

Oleh Andi Gunawan

Dalam menyikapi Ujian Nasional (UN) sebagian besar bangsa Indonesia terlihat emosional, suatu sikap yang biasa dilakukan bangsa ini bila menghadapi sesuatu yang dianggap merugikan. Seharusnya sikap yang diambil adalah sikap rasional dan realistis, kita harus berpandangan bahwa UN mempunyai manfaat yang banyak dimasa depan dalam menghadapi kompetisi bangsa-bangsa dalam persaingan global (baca juga artikel saya Ujian Nasional dan Persaingan Global ).

Ujian Nasional sesungguhnya bisa dibaratkan seperti jamu, rasanya pahit bila diminum namun berguna untuk diri kita apalagi dalam kondisi badan yang loyo, stamina dapat fit kembali setelah minum jamu.

Baca entri selengkapnya »


Hari Buku Sedunia, World Book Day 2008

April 22, 2008

Oleh Andi Gunawan

Hari Buku Sedunia diperingati setiap tanggal 23 April, tanggal tersebut merupakan tanggal wafatnya penulis William Shakespeare and Miguel de Cervantes yaitu pada tahun 1616. Tanggal 23 April juga sebagai tanggal lahir William Shakespeare pada tahun 1564. Unesco menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Buku Sedunia sebagai bentuk penghormatan bagi kedua tokoh tersebut yang dikategorikan sebagai penulis dunia yang berjasa dibidangnya.

Buku merupakan hal penting bagi kita, dengan buku kita bisa mempelajari banyak hal yang tidak kita ketahui sebelumnya. Buku memberikan pencerahan bagi siapa saja yang dapat mengeksplorasinya dengan baik sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dunia begitu luas dan kita dapat menikmatinya lewat buku, oleh karena itu buku sering dikatakan sebagai jendela dunia.

Baca entri selengkapnya »


Konsep Era Pencerahan Indonesia

April 9, 2008

Oleh Andi Gunawan

Kesamaan cara pandang dan berfikir pada Era Pencerahaan Indonesia sangat diperlukan yaitu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan, konsisten dalam menjalankan konsep yang telah disusun dan yakin akan keberhasilan pada masa yang akan datang. Keyakinan akan keberhasilan akan menambah energi dan semangat dalam berjuang mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dukungan penuh atas Era Pencerahan Indonesia oleh seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah, insan pendidikan, tokoh masyarakat, media masa, lembaga swadaya masyarakat, filantropi Indonesia, partai politik sampai masyarakat umum sangat dibutuhkan. Komitmen dukungan dari seluruh elemen bangsa sangat menentukan keberhasilan Era Pencerahan Indonesia.

Waktu yang dibutuhkan bagi keberhasilan Era Pencerahan Indonesia relatip lama minimal antara 10 sampai 20 tahun baru bisa dirasakan efeknya, karena mendidik tidaklah instan.

Baca entri selengkapnya »


Mewujudkan Orde Pencerahan Indonesia

April 7, 2008

Momentum 100 Tahun Kebangkitan Nasional Indonesia harus dijadikan titik awal bagi kejayaan Indonesia pada masa yang akan datang, semua elemen bangsa harus mengerahkan daya dan upayanya demi kejayaan Indonesia tersebut.

Langkah strategis yang harus dilakukan bangsa dan Negara Indoensia adalah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, karena pendidikan mampu mencerahkan bangsa, menjadikan manusia Indonesia berkualitas dan berjiwa besar berbagai persoalan kehidupan bangsa dapat teratasi dengan mudah, ini ditandai dengan adanya aparat pemerintah yang berkualitas dan amanah, serta rakyat yang mampu berdikari, menolong dirinya sendiri, tidak berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah.

Baca entri selengkapnya »


Teori Organisma : Membangun Indonesia Jaya (bagian 2)

Maret 17, 2008

Oleh Andi Gunawan

Salah satu aplikasi dari ajaran Ilahi, manajemen ilahi, dikaitkan Negara sebagai organisma, adalah bahwa mahluk hidup, misalnya seorang manusia diibaratkan sebagai sebuah Negara. Manusia terdiri dari kepala, badan dan anggota badan, tulang-tulang rangka dan daging sebagai pembungkus tulang. Pada bagian kepala terdiri dari otak (untuk berpkir) dan panca indra, isi badan terdiri dari paru-paru, jantung, hati, empedu, lambung, usus dan sebagainya, yang memiliki berbagai macam fungsi. Kemudian manusiapun dapat berinteraksi dengan manusia lain.

Hal yang paling menarik dari semua itu adalah bahwa manusia tersusun dari jutaan sel, yang dapat berkembang biak dengan cara membelah diri. Sel dalam sebuah Negara bisa dibaratkan kumpulan manusia terkecil yang dapat berkembang dan memiliki otoritas. Di Indonesia kumpulan terkecil manusia adalah tingkat RT (Rukun Ttangga), RW (Rukun Warga) dan Desa, yang di dalamnya terdiri dari keluarga dan individu. Maka dengan teori organisma ini di Indonesia ujung tombak kemajuan negera seharusnya dimulai dari tingkatan yang terkecil jumlah penduduknya.

Banyak ahli yang bijak menempatkan desa sebagai indicator kemajuan Negara khususnya di Indonesia, bila desa maju dan kuat dipastikan akan kuat pulalah Negara. Hal tersebut selaras dengan teori yang dikemukakan di atas yaitu ujung tombak kemajuan seharusnya dari tingkat RT dan RW yang tersinergi dengan Desa sebagai struktur pemerintahan terkecil. Sebagai ujung tombak tentu harus tajam dan kuat, bila tumpul maka program dari pemerintah yang akan dilaksanakan tidak akan terwujud.

Baca entri selengkapnya »